Cegah Penularan HIV, KPA Terapkan 4 Strategi

BINCANG-BINCANG- Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Constant Karma, sedang berbincang bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Provinsi Papua, Drs. Elia Loupatty, MM., yang di sebuah kegiatan di Swissbell Hotel, Jumat (9/2) lalu.

JAYAPURA- Pada umumnya Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mengedepankan program pencegahan terhadap penyebaran HIV-AIDS di Indonesia, termasuk di Papua dan ada empat komponen pencegahan yang diterapkan dalam kaitannya dengan penyebaran virus HIV.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Papua, Constant Karma mengatakan, komponen pertama dari pada program pencegahan tersebut antara lain, memperluas tes HIV dan konseling, karena tes HIV membutuhkan konselor dalam melakukan konseling terhadap masyarkat berperilaku beresiko yang hendak melakukan tes HIV. Oleh sebab itu, jika tes HIV ini memiliki kaitannya dengan lembaga kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, konseling sendiri dapat dilakukan oleh pendeta, pastor, suster, tokoh masyarakat, atau siapa saja yang memiliki peran atas persoalan sosial di masyarakat.

Pencegahan kedua adalah treatment, yang mana pengobatan Antiretroviral (ARV) diberikan bagi mereka yang telah dinyatakan positif HIV, supaya tidak menularkan virius HIV di dalam tubuhnya kepada orang lain. “Dengan kata lain, ARV ini untuk memutus penularan, karena kalau ODHA sudah mendapat ARV, maka tentunya dia tidak menularkan lagi. Selain peran dari pada layanan kesehatan sebagai penyedia ARV, supaya ODHA tidak putus konsumsi ARV, dibutuhkan pula dukungan masyarakat, yang mana dapat membantu ODHA yang putus konsumsi ARV, supaya dapat kembali meneruskan konsumsi ARV,” ungkap Karma kepada Cenderawasih Pos, Minggu (18/3) kemarin.

Sementara itu, kondom juga penting bagi pencegahan penularan HIV, meskipun diketahui banyak orang mengomentari perihal kondom ini, tetapi KPA Papua akan tetap mengkampanyekan kondom, yang dilakukan bagi mereka yang nekad dalam melakukan hubungan seks beresiko. Dalam hal ini, stakeholder seperti Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan KPA berperan dalam kampanye kondom, serta pula menyediakan kondom bagi masyarkat yang berperilaku beresiko, yang mana distribusi kondom ini dilakukan dengan bantuan dari LSM. (gra/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *