Atasi Stigma dan Diskriminasi, Peran Gereja Berdayakan ODHA

SOSIALISASI- Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Constant Karma, saat diundang memberikan sosialisasi terkait program sirkumsisi dalam acara Diskusi Penanggulangan HIV/AIDS di Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis (25/1) lalu.

JAYAPURA- Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Papua, Constant Karma, menilai bahwa pemberdayaan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) merupakan salah satu strategi penting dari pada KPA, yang mana pada umumnya lembaga gereja dan LSM lainnya juga memberikan peran dan kontribusi dalam menerapkan strategi ini.

“Intinya, pemberdayaan ODHA ini bertujuan untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi, serta pendampingan juga dilakukan,  agar pada akhirnya ODHA bisa kembali kepada keluarganya masing-masing untuk didampingi oleh keluarga sendiri,” terang Constant Karma kepada Cenderawasih Pos, Minggu (18/3).

Selain melakukan pendampingan terhadap ODHA, baik gereja maupun LSM dapat pula membangun komunikasi dengan keluarga ODHA tersebut, sehingga untuk selanjutnya ODHA dapat didampingi oleh keluarganya sendiri.

“Keluarga yang enggan mendampingi anggota keluarganya yang ODHA juga sudah kami berikan penjelasan secara terperinci, terlebih terkait dengan penularan virus HIV, yang mana hanya dapat ditularkan melalui hubungan seks beresiko. Demikian juga  keluarga memiliki pengetahuan tersebut sehingga mampu dalam melakukan pendampingan terhadap anggota kelaurganya yang ODHA,” tambahnya.

Selain itu, pemberdayaan ODHA, yang mana biasanya lembaga gereja dan LSM lainnya juga membangun shelter atau rumah singgah yang diperuntukkan bagi ODHA. Rumah singgah ini sangat berguna sebagai tempat transit, dikarenakan jarak tempat berobat dan rumah yang begitu jauh, sehingga rumah singgah digunakan sebagai tempat istirahat sejenak. (gra/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *