Soal Abrasi Makam di Lokasi Adat Perlu Diperhatikan

TERKIKIS:Kondisi bibir pantai di Tanjung Ciberi Kampung Engros yang terkena abrasi dan mengancam keberadaan makam adat di kampung tersebut. Perlu penanganan segera sebelum kondisi semakin parah. Foto diambil pekan kemarin.

JAYAPURA-Direktur Jembatan Kementerian PUPR, Iwan Zarkasi mengaku belum mengetahui persis soal adanya abrasi yang terjadi di lokasi makam adat di Kampung Engros, Ditrik Abepura. Lokasi ini sendiri berada di Tanjung Ciberi atau persis diujung titik jembatan pendekat di Teluk Yotefa. Dari titik Pantai Hamadi lokasinya juga bisa dilihat jelas.

Terkait adanya abrasi yang berpotensi menenggelamkan makam di kampung ini menurut Zarkasi pihaknya akan tetap memberi perhatian mengingat soal abrasi ini sejatinya telah terjadi perubahan lingkungan yang sangat cepat. Yang dulu tidak terkena kini terkena.

“Hanya kami lihat tiang jembatan ini terbilang ramping cuma kalau ada dampak dengan lingkungan sekitar kami pikir perlu disikapi nanti,” kata Zarkasi di sela-sela acara menaikkan bentangan kedua jembatan Hamadi-Holtekam, Kamis (15/3) kemarin di Pantai Hamadi.

Ia menyebut untuk merespon ini nantinya akan dipikirkan apakah dibuatkan penangkal secara alami dengan mangrove atau diberikan bangunan pelindung pantai atau Armor. “Ia akan dipikirkan apakah mangrove atau armor,” jelasnya.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Jumat (16/3) (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *