JWW Tinjau Jalan Merauke-Bovendigoel

Kondisi jalan Trans Papua Merauke-Bovendigoel terlihat mobil tertanam kubangan lumpur

*HMS Belusukan di Pasar Asiki

TANAH MERAH – Calon Gubernur dan wakil gubernur Papua No Urut Dua John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JOSUA) meninjau Jalan Trans Papua di Wilayah Merauke-Bovendigoel, Kamis (15/3).

  Saat media ini ikut dalam rombongan John Wempi Wetipo, terlihat ia menyetir sendiri mobil Pajero berwarnah putih, yang berangkat dari Swissbel Hotel di Jalan Mandala Kabupaten Merauke, sekitar pukul 03.42 WIT subuh.

  Rombongan sebanyak 18 mobil itu, sebelum berangkat diawali dengan doa yang dipimpin Sekretaris Pemenangan JOSUA, Natan Pahabol. Dengan jarak tempuh 450 Kilometer, cukup banyak rintangan yang dihadapi rombongan JOSUA. Seperti kerusakan jalan di dua lokasi yakni di ruas Jalan  Kampung Barki dan Kampung Jarut, Distrik Sota.

  Tak jarang pula rombongan JWW yang hampir keseluruhan menggunakan mobil Hillux harus membantu mobil truk yang mengangkut sembako dari Kabupaten Merauke, untuk keluar dari genangan lumpur.

  Saat media ini menelusuri ide untuk meninjau jalan dengan perjalanan 11 jam dari Kabupaten Merauke-Kabupaten Boven Digoel, ternyata muncul dari Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo. Padahal, tim pemenangan sudah menyiapkan pesawat untuk tim berangkat ke Kabupaten Boven Digoel dalam rangka melanjutkan kampanye.

  Sekeretaris Pemenangan JOSUA, Natan Pahabol mengatakan, kalau JWW sebenarnya sudah di jadwalkan menggunakan pesawat terbang menuju Kabupaten Boven Digoel untuk melakukan kampanye. Akan tetapi beliau lebih memilih jalur darat dan menyetir sendiri.

  “Katanya ingin meninjau perkembangan Jalan Trans Papua di wilayah Animha, khususnya penghubung Merauke-Bovendigoel, yang berjarak kurang lebih 450 Kilimeter. Jadi ini keinginan beliau sendiri,” kata Natan.

  Sementara Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo mengatakan, jalan Trans Papua yang dibangun oleh pemerintah pusat ini, merupakan pintu masuk akses perekonomian bagi masyarakat di Kabupaten Bovendigoel-Merauke, sehingga perlu diketahui kondisinya saat ini.

  “Tadi kita lihat sendiri. Masih banyak jalan yang rusak. Kasihan mobil truk yang mengangkut bahan-bahan sembako, yang tidak bisa lewat karena jalannya rusak,” kata Wempi.

  Menurut Wempi Wetipo, kontruksi pembangunan jalannya kurang baik, sehingga ketika hujan turun lebat, jalan tersebut mudah rusak apabila dilalui kendaraan dengan bobot berat melebihi kapasitas apalagi kondisi tanah yang tidak berbatu .

  “Memang jalan ini dibangun dengan aspal. Tetapi tidak dibangun dengan melihat kondisi geografisnya. Itu yang mengakibatkan jalan ini murah rusak. Disini bukan seperti pulau Jawa bisa di aspal berlapis-lapis. Kalau disini jalan di aspal lalu rusak, maka jalan itu kembali ke dasarnya,” paparnya.

  Wempi Wetipo berharap Jalan Trans Papua yang dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam membangun infrastruktur jalan dan jembatan.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Jumat (16/3) (TIM JOSUA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *