Bocah SD Diperkosa Empat Pria

Empat pelaku Pemerkosaan anak di bawah umur yang kini sudah diamankan di Polres Yapen, Selasa (13/3).

YAPEN-Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi, kali ini menimpa bocah perempuan, sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya), di Distrik Yapen Selatan, Kabupaten Yapen. Mirisnya, bocah 12 tahun yang baru duduk di bangku kelas VI SD ini, sering diperkosa secara bergantian dalam waktu yang berbeda oleh empat orang pria, yang usianya sudah kakek-kakek hingga anak remaja, yang terjadi sejak tahun 2017 lalu.

  Karena sudah tidak tahan terhadap perlakuan empat pria bejat tersebut, korban akhirnya melapor kepada orang tuanya, sehingga  empat pelaku tersebut akhirnya ditangkap di tempat yang berbeda. Keempat pelaku tersebut, yakni MK (63), AY (48), JH (52) dan LKM (16) yang masih pelajar, sejak Tahun 2017 secara bergantian, di Distrik Yapen Selatan.

   Kapolres Yapen AKBP. Penri Erison, SPd, MM didampingi Kasat Reskrim, Iptu. Handry Bawiling, S.Sos mengungkapkan bahwa antara korban dengan empat pelaku ini memang sudah saling kenal. Pertama kasus asusila ini dialami korban, akibat perbuatan pelaku LK (16).  Pada tahun 2017 lalu, Pelaku yang masih berstatus pelajar ini mampu memperdaya korban, hingga merenggut kesucian gadis belia ini.

  “Dari hasil pemeriksaan keterangan dari korban dan pelaku oleh penyidik Polres Kepulauan Yapen, terungkap bahwa kasus pemerkosaan ini pertama kali terjadi pada tahun 2017 lalu,”ungkap Kapolres Penri Erison.

  Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam rilisnya juga membenarkan adanya kasus pemerkosaan ada di bawah umur ini. Dimana selain pelaku LK, pada tahun lalu, korban juga diperkosa oleh pelaku AY, saat korban sedang duduk sendiri di rumah neneknya.

   AY yang datang mendekati korban, langsung menunjukkan video porno ke korban melalui handphone. Korban hanya melihat sekilas dan tidak menanggapinya, namun karena otaknya sudah terbungkus nafsu, akhirnya pelaku AY  menarik  paksa  korban ke rumah kosong di sebelahnya.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Jumat (16/3)  (fia/rin/tri)

   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *