Pedagang Beberkan Pungli Puluhan Juta

TIMIKA – Anggota Komisi B DPRD Mimika yang melakukan kunjungan di Pasar Sentral Timika, Selasa (13/3) kemarin, mendapatkan informasi mengagetkan dari sejumlah pedagang di pasar tersebut, yakni dugaan adanya praktek Pungutan Liar (Pungli) kepada para pedagang yang besarnya bervariasi, bahkan menyentuh angka Rp 50 juta.

Informasi dugaan adanya praktek pungli ini disampaikan beberapa pedagang. Salah satunya adalah Suardi. Kepada para anggota dewan yang melakukan kunjungan di Pasar Sentral Timika, Suardi mengatakan jika sejumlah pedagang memang dimintai uang hingga Rp 50 juta jika ingin menempati los yang berada di gedung baru Pasar Sentral Timika. Pungutan ini dilakukan oleh beberapa oknum yang menyebut dirinya sebagai petugas pasar.

“Jika kami ingin memiliki satu buah los yang ada ini, maka kami harus membayar dulu. Dan harga dua los sebesar Rp. 50 Juta,” ungkap Suardi kepada anggota dewan.

  Suardi menyebut, dirinya sebagai salah satu pedagang, bahkan sudah membayar Rp 10 juta untuk dapat memiliki satu unit los pasar dilantai satu sebagai tempat berjualan. Namun hal tersebut juga belum digunakannya untuk berjualan, karena kabarnya ada penawar lebih tinggi yang akan menempati los yang diminatinya. “Katanya ada orang yang hendak membayar lebih besar lagi yang mungkin akan menempati los tersebut,” jelas Suardi.

  Uang sebesar Rp 10 juta yang juga memiliki tanda bukti berupa kwitansi itu menurut Suardi merupakan uang muka. Kekurangannya, akan diangsur saat sudah mulai berjualan. “Uang Rp 10 juta ini kami kasih ke mereka sebagai tanda jadi, sementara sisanya akan kami cicil nantinya,” sambung Suardi.

Selengkapnya baca di Harian cenderawasih Pos Edisi Rabu (14/3) (itz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *