Cabor Balap Motor Tak Ada di PON XX, IMI Papua Protes

Yan Mendenas ketika dilantik sebagai Ketua  Umum Pengprov IMI Papua di Hotel Swisbell, Sabtu(10/3).

Mandenas:  Kalau Tidak Dimasukkan Ngapain Kita Sukseskan PON

JAYAPURA-Penggemar otomotif di tanah Papua terancam hanya bisa jadi penonton di PON XX mendatang, pasalnya KONI Papua tak memasukkan Cabor Balap Motor di even empat tahunan tersebut.

Ya, dari 38 cabor yang diusulkan untuk dipertandingkan di PON XX tak ada cabor balap motor, bahkan dari 7 cabor tambahan  yang diusulkan berikutnya juga tak ada olahraga yang paling digemari oleh anak muda tersebut.

Tak heran, ketua Pengprov IMI Papua Yan Mandenas pun geram dengan KONI Papua yang tak memasukkan cabor Otomotif.  Sekadar diketahui, dari penelusuran koran ini dari PON-PON sebelumnya cabor Balap motor selalu dipertandingkan, terakhir di PON XIX Jawa Barat cabor Balap Motor memperebutkan empat medali emas yakni bebek 125 CC beregu, bebek 125 CC Perorangan, Bebek 150 CC  Beregu, dan Bebek 150 CC Perorangan.

Menurut pria yang baru saja dilantik sebagai Ketua Umum Pengprov IMI Papua ini menilai seharusnya olahraga Balap motor ini didorong dan dimasukkan didalam cabor yang ikut serta pada PON 2020 nanti.“Kami sudah minta untuk pengrus IMI Pusat untuk menyerahkan proposal untuk diserahkan kepada PB PON dan KONI Papua, agar mereka juga menyerahkan agar cabang olahraga otomotif ini harus ditetapkan sebagai cabor yang pertandigankan di PON 2020,”ungkap Mandenas.

Disingung jika saat ini pengurus KONI Papua sudah melakukan pertemuan dengan KONI Pusat untuk menetapkan tambahan 7 cabor susulan dan cabor Balap motor,  tetap tidak masuk dalam daftar PON 2020, Mandenas dengan tegas sampaikan, kalau cabor Balap Motor tidak ditetapkan maka kembali lagi berbicara terhadap kosekuensi anggaran juga.

“Jadi belum tentu 44 cabor yang diusulkan tersebut mendapatkan dukungan anggaran, toh berbiacara soal anggaran ini kembali juga ke DPR Papua. Nanti kita lihat saja sejauh mana kemampuan KONI dan PB PON Papua untuk jalan sendiri mensukseskan PON 2020 ini,”terang Mandenas.

Pria yang menjabat sebagai anggota DPR Papua ini mengakui jika sampai hari ini jika anggaran baru diprioritaskan untuk pembangunan stadion utama Papua Bangkit di Kampung Harapan. Tetapi perlu diketahui hak ulayat juga belum tuntas dibayar.

Selengkapnya baca di Harian cenderawasih Pos Edisi Rabu (14/3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *