Waspadai Tingkat Kekeruhan Air Saat Banjir

KERUH: Kondisi perairan di Teluk Youtefa yang terlihat keruh dan cukup mengganggu para nelayan lokal untuk mencari dengan cara membuang jaring. Foto diambil Sabtu (10/3) pekan kemarin.

JAYAPURA – Tingkat kekeruhan air yang terjadi saat banjir di Kota Jayapura belakangan ini diminta untuk diwaspadai. Pasalnya semakin pekatnya warna air maka dipastikan kondisi permukaan tanah semakin dalam terkelupas yang artinya kekuatan tanah tak lagi kuat seperti ketika kering karena banyak pori-pori yang telah dimasuki air.  Potensinya adalah terjadi longsor dan sedimentasi.

“Kalau airnya semakin keruh maka dipastikan ada permukaan tanah yang sudah terkikis. Semakin keruh artinya kulit tanah semakin terbuka dan itu berpotensi longsor juga,” kata Dosen Georgrafi Uncen, Yaehuda Hamokwarong.

Dampak dari pengikisan tanah ini dipastikan lahirnya sedimentasi yang akan membuat saluran air atau drainase menjadi dangkal. Tak hanya di hulu tetapi juga di muara kali seperti di Dermaga Abesauw, Teluk Youtefa. “Kalau bicara sedimentasi saya pikir ada berton-ton sendimen yang sudah masuk ke muara dan Teluk Yotefa,” jelasnya.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 12/3 (ade/nat)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *