Polres Jayawijaya Diminta Tingkatkan Razia Sajam

Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard Reba 

WAMENA–Masyarakat Jayawijaya merasa terganggu dan resah terkait adanya kelompok warga sering membawa alat tajam berupa parang ke dalam kota.

Salah seorang tokoh masyarakat Jayawijaya, Tadius Walilo mengakui, sebagai putra daerah, anak Baliem melihat ini situasi agak lain dengan adanya kelompok warga yang membawa alat tajam ke dalam kota.

“Alat tajam seperti pisau, parang, kampak. Ini memang membuat masyarakat resah dan takut. Orang mau beraktivitas, anak sekolah atau aktivitas apa saja di Jayawijaya ini sedikit terganggu,”ungkapnya, Jumat (9/3).

Untuk itu, Tadius atas nama tokoh masyarakat  meminta kepada pihak keamanan, dalam hal ini Polres Jayawijaya maupun pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat harus melihat persoalan ini secara serius.

“Bila perlu melakukan razia atau sweeping terhadap orang-orang yang bawa alat tajam itu. Sweeping itu jangan hanya kendaraan atau Miras dan togel saja, polisi harus menertibkan mereka yang bawa Sajam,” tegasnya.

Menurutnya, kebiasaan bawa pisau, parang sembarang di kota ini bukan kebiasaan orang Baliem. Orang bawa alat tajam di saat situasi kerusuhan atau perang saja, namun sekarang alat tajam ini selalu dibawa ke mana -mana, hal ini yang membuat tingkat kriminalitas di Jayawijaya tinggi, sebab ketika ada sedikit kontak maka alat tajam yang dibawa langsung digunakan.

Selengkapnya baca di Harian cenderawasih Pos edisi Sabtu, 10/3 (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *