OAP Harus Kembali ke Akar Budaya

JAYAPURA- Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Drs. Simeon Itlay mengatakan bahwa sebagian besar mental orang asli Papua (OAP) semakin pemalas. Hal ini menurutnya, disebabkan masyarakat Papua suka minta-minta uang, baik di jalan maupun di mana saja, yang mana seperti yang terjadi di kota-kota besar Indonesia.
“Artinya OAP ini sudah tidak lagi berakar pada budaya, yang mana sebagai pekerja keras. Mereka ingin semuanya serba instan, meskipun saya pikir hal ini tidak hanya terjadi di Papua, melainkan di mana saja. Demikian telah terjadi pergeseran nilai-nilai dasar dari pada orang Papua, dari yang bermental pekerja keras menjadi pemalas,” ungkap Simeo Itlay kepada Cenderawasih, Jumat (9/3) kemarin.
Dikatakan, sejak zaman para leluhur, OAP merupakan pekerja keras, baik dalam berkebun, beternak, melaut, yang mana dilakukan untuk menghidupi keluarga. “Makanya, sekalipun kita diterjang pengaruh globalisasi dan moderninasi dengan perubahan yang begitu cepat, tetap OAP harus kembali kepada akar budaya dengan menunjukkan jati diri, identitas sebenarnya sebagai OAP,” tambahnya.
Demikian, jika merujuk pada masa lampau, sejak misionaris mulai menjajakan kaki di Papua, dikatakannya bahwa tanah Papua merupakan tanah Firdaus, surga kecil yang jatuh ke bumi, serta komplemen lainnya.
“Namun kalau OAP sendiri mulai minta-minta, maka hal inilah yang perlu dievaluasi pemerintah, gereja, dan masyarakat sendiri, supaya terjadi perubahan yang lebih baik, sehingga dengan perubahan tersebut, OAP tetaplah menjadi tuan di tanahnya sendiri,” pungkasnya. (gra/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *