Aksi Palang Kampus Dianggap Gagal Paham

PALANG KAMPUS: Tumpukan batang pohon dan batu yang dijejer di pintu masuk Kampus Uncen Waena, Jumat (9/3). Aksi pemalangan ini mendapat banyak cibiran karena mahasiswa yang memalang dianggap gagap paham.

*Rektor Uncen: MoU Lebih Pada Peningkatan Mutu

JAYAPURA-Pemalangan kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) yang dilakukan sekelompok mahasiswa hingga mengganggu jadwal kuliah dianggap sebuah tindakan gagal paham yang dilakukan orang yang mengaku intelek.

Berdalih membela HAM dan kebebasan terhadap mahasiswa namun dari perbuatan yang dilakukan justru merugikan banyak orang dan merampas hak untuk bekerja dan mendapatkan pendidikan yang masuk dalam hak asasi.

Tak ayal apa yang dilakukan kelompok mahasiswa ini dianggap sudah ditunggangi dan tidak murni mahasiswa. Berbagai cibiran justru diberikan dan menganggap aksi konyol ini harus segera disikapi tegas oleh rektorat. “Ini yang sempat saya jadikan pertimbangan untuk kuliah di Uncen. Kampus ini banyak pemalangan yang mengganggu aktifitas kuliah dan ternyata betul, sekarang terjadi lagi,” kata Yayan salah satu mahasiswa yang ditemui di depan Halte Perumnas III Waena, Jumat (9/3) kemarin.

Ia menganggap pemalangan ini tak bisa berlarut-larut dan perlu ketegasan pihak kampus, jangan kalah dengan kelompok kecil oknum mahasiswa yang berniat merusak nilai pendidikan. “Saya sangat yakin kalau kampus meminta Polisi tindak pasti banyak sekali mahasiswa dan pengurus kampus yang setuju. Ini hanya kelompok kecil yang sudah ditunggangi,” cecarnya.

Yayan bahkan setuju jika Polisi masuk ke kampus dan memproses para pelaku. “Angkut saja, aksi ini sudah mengganggu aktifitas kuliah soalnya,” imbuhnya.

Sementara Rektor Uncen, Dr. Apolo Safanpo, ST., MT., menjelaskan bahwa MoU Uncen dengan Polda Papua lebih berisi pada kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat atau tri dharma perguruan tinggi. “Banyak kegiatan yang akan dilaksanakan membutuhkan dasar kerja sama seperti MoU dan Uncen membuka diri,” beber Apolo.

Selengkapnya baca di Harian cenderawasih Pos edisi Sabtu, 10/3 (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *