Program KB Bukan Membatasi Punya Anak

Kepala BKKBN Provinsi Papua Charles Brabar dan Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo saat disambut tim tari ketika memasuki tempat kegiatan pencanangan Kampung Keluarga Berencana KB di Lapangan Merah Putih Karubaga, Senin, (5/3).

KARUBAGA-Mewujudkan keluarga sejahtera tentu membutuhkan upaya selain dari pemangku kepentingan juga dari dalam keluarga sendiri bagaimana bisa hidup sejahtera. BKKBN Provinsi Papua sedang mengupayakan keluarga sejahtera itu dengan menggelontorkan berbagi program, salah satunya pencanangan Kampung Keluarga Berencana KB.

Program  Keluarga Berencana ini dicanangkan oleh Kepala BKKN  Provinsi Papua Charleroi Barbar disaksikan Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo,SE,MSi di Lapangan Merah Putih Karubaga, Senin,(5/3).

Bupati Tolikara Usman G.wanimbo,SE,M.Si dalam sambutannya saat membuka kegiatan pencanangan Kampung Keluarga Berencana KB itu mengatakan, program keluarga sejahtera ini sangat penting karena itu akan disinkronkan dengan visi Tolikara yaitu Terwujudnya Tolikara yang Maju,Unggul dan Mandiri.  Untuk mencapai visi itu, pihaknya memiliki lima misi diantaranya meningkatkan kualitas SDM Tolikara yang unggul  dengan program strategi  dalam berbagai kegiatan yang diwujudkan dengan program unggulan yakni Pembangunan Manusia Usia Emas dan Usia Dini.

Menurutnya, program Keluarga Berencana harus dipahami dalam makna yang lebih luas karena selama ini orang hanya menganggap program keluarga berencana itu hanya membatasi orang tidak boleh punya anak banyak atau membatasi jumlah kelahiran sehingga sejumlah orang terutama orang Papua selalu menyorotinya.

“Kita harus mampu melihat bahwa selain program keluarga berencana ini ada program lain yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,”ujarnya. Program keluarga berencana ini bukan saja membatasi jumlah kelahiran anak semata saja tapi juga menjaga jarak kelahiran anak dari segi kesehatan. Misalnya ada ibu yang melahirkan dengan jarak satu tahun atau dua tahun, itu bisa dijaga jarak lahir bayinya sampai tiga tahun karena jika seorang ibu melahirkan bayinya dengan tidak menjaga jarak melahirkan maka membahayakan nyawa ibu itu sendiri.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Jumat,  9/3 (Diskominfo Tolikara)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *