Pemohon dan Termohon Sama-sama Punya Bukti

Suasana Musyarawah Penyelesaian Sengketa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, yang menghadirkan beberapa saksi dan pemberi keterangan untuk memberikan keterangan terkait sengketa yang dimusyawarahkan, Senin (5/3) kemarin.

JAYAPURA- Musyarawah Penyelesaian Sengketa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua kembali dilakukan di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Papua, dengan agenda pemeriksaan alat bukti dan keterangan saksi, Senin (5/3) siang kemarin.

  Adapun dalam kesempatan tersebut, Tim Kuasa Hukum LUKMEN (Pemohon), menghadirkan dua orang saksi, diantaranya Yan Matuan dari Solidaritas Peduli Pembangunan Masyarakat Kabupaten Jayawijaya, serta Meta Gomis yang hadir sebagai saksi dari Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat.

  Yan Matuan dalam musyarawah tersebut mengaku bahwa JWW pernah mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Jayawijaya di KPU Wamena, yang mana kemudian berhasil menduduki kursi Bupati Jayawijaya dengan menggunakan gelar S.Sos dan M.Par.

  “Demikian kami ajukan protes karena kami tahu bahwa yang bersangkutan menggunakan ijazah yang tidak sah dari Stisipol Silas Papare Jayapura. Namun aspirasi kami ini tidak ditindaklanjuti sampai beberapa tahun kemudian, yang bersangkutan mengganti lagi gelarnya menjadi S.H dan M.H,” ungkap Yan Matuan dalam kesaksiannya dalam Musyarawah Penyelesaian Sengketa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, Senin (5/3) siang kemarin.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Selasa (6/3) (gra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *