Kampanye Pilgub, Jauh dari Isu SARA

Thomas Sondegau

Hari ini Pemaparan Visi-Misi Paslon di DPRP

JAYAPURA- Tahapan kampanye dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Papua (Pilgub Papua) yang saat ini tengah berlangsung, menurut pengamat Politik Papua, Fery Kareth,  kemungkinan kecil   isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) digunakan Paslon Pilgub dalam kampanye.

    Menurut Fery Kareth,  isu SARA, selama ini biasa dilemparkan  orang-orang tertentu dengan tujuan mengacaukan jalannya Pilgub di Papua. Untuk itu, diharapkannya, sebagai penyelenggara, KPU Papua sampai pada pengurus di paling bawah dalam penyelenggaraan Pilgub Papua, dapat konsisten terhadap aturan, sehingga netralitas terus dijaga.

   “Masyarakat juga harus terlibat dalam pengawasan karena pengawasan dalam Pilgub ini tidak hanya bermuatan politik saja, sebaliknya juga ada muatan sosial dan hukumnya, sehingga  hal ini mesti dikawal dengan betul-betul, supaya Pilgub dapat berjalan dengan baik, sehingga 27 Juni nanti Pilgub Papua dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Fery Karet kepada Cenderawasih Pos via telepon, Senin (5/3) kemarin.

   Demikian pula, jika dibandingkan dengan daerah lain, pengunaan isu SARA ini tidak banyak berpengaruh . Sebab,  kedua paslon merupakan orang asli Papua (OAP). “Ibarat seniman, kedua pasangan calon ini bukan hanya penyanyi, namun sekaligus merupakan pengarang lagu, yang mana masing-masing dari mereka memiliki jam terbang tinggi, serta pengalaman yang banyak.”ujarnya.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Selasa (6/3) (gra/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *