Tim LUKMEN Mohon Maaf ke Polda Papua

Yunus Wonda

DR. Yunus Wonda, SH, MH

JAYAPURA-Tim Kampanye Koalisi Papua Bangkit II (KPB II) yang mengusung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lukas Enembe, SIP. MH dan Klemen Tinal, SE.MM atau akrab dikenal LUKMEN menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada Kepolisian Daerah Papua, terkhusus Polisi yang menjadi korban insiden pelemparan batu oleh massa usai kampanye perdana LUKMEN di Lapangan Theys, Sentani Kabupaten Jayapura, Kamis (1/3).

  “Kami tidak tahu penyebabnya apa, tapi insiden ini terjadi saat usai kampanye LUKMEN. Dan itu di luar kemampuan kami. Sehingga saya atas nama ketua tim kampanye LUKMEN dan Koalisi Papua Bangkit menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa anggota kepolisian itu,” ujar Ketua Tim Kampanye Koalisi Papua Bangkit II, DR. Yunus Wonda, SH.MH kepada pers di ruang VIP Bandara Sentani, Sabtu (3/3)

  Aksi pelemparan yang terjadi di depan Hotel Berkat Hawai Sentani, Kabupaten Jayapura itu menyebabkan seorang anggota Polisi terluka dan kaca mobil patroli patwal Polres Jayapura pecah. Pelemparan ini berawal ketika aparat Kepolisian hendak membubarkan massa yang melakukan aksi pemalangan jalan, yang menyebabkan arus lalu lintas di ruas jalan Sentani-Abepura macet total.

  Menurut Yunus yang juga adalah Ketua DPR Papua, pihaknya belum mengetahui penyebab insiden pelemparan ini. Oleh karena itu, ia berharap Kepolisian dapat segera menangkap pelakunya dan bisa memprosesnya secara hukum.

  “Hal ini penting agar kami bisa tahu dan bisa melihat, apa benar yang melakukan pelemparan itu dari tim LUKMEN atau bukan. Tapi sekiranya memang pelakunya adalah massa simpatisan pendukung kami, maka sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas peristiwa yang tidak mengenakkan ini. Kejadian ini di luar kendali kami karena terjadi di luar jam kampanye yang ditetapkan,”pintanya.

  Belajar dari peristiwa ini, Yunus mengimbau kepada seluruh massa dan simpatisan pendukung LUKMEN agar selalu mengedepankan sikap saling menghormati, menghargai dan tidak melakukan hal-hal anarkis di luar aturan.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Senin(5/3) (Tim Humas LUKMEN/tri/ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *