Stop Diskriminasi Terhadap ODHA

HARI TANPA DISKRIMINASI- Seseorang yang sedang mendeklarasikan Hari Tanpa Diskriminasi dengan tulisan di tangan yang bermakna, stigma menghambat akses terhadap perawatan kesehatan.

JAYAPURA- Bertepatan dengan perayaan Hari Tanpa Diskriminasi (Zero Discrimination Day) yang jatuh pada 1 Maret lalu, Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Papua, Constant Karma, mengatakan bahwa diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) seharusnya tidak perlu lagi terjadi.

“Namanya juga virus. Kita semua yang hidup ini juga pernah kena macam-macam virus dan penyakit, seperti gula darah, penyakit jantung, dan lain-lain, sehingga tidak perlu kita menbeda-bedakan orang, dan melakukan tindak diskriminasi atau mengucilkan seseorang yang terkena virus HIV,” ungkap Sekretaris KPA Provinsi Papua, Constant Karma, kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (3/3).

Seperti diketahui, Hari Tanpa Diskriminasi merupakan perayaan tahunan yang ditetapkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), yang bertujuan memperjuangkan kesetaraan di hadapan hukum kepada seluruh negara anggota PBB.

Demikian kaitannya dengan HIV-AIDS, tak jarang diskriminasi dan stigma menjadi momok menakutkan khususnya bagi ODHA, yang mana mampu menghambat seluruh aspek kehidupannya, baik secara pergaulan sosial maupun dalam pelayanan kesehatan, yang mana berujung pada hambatan dalam upaya pengendalian HIV-AIDS.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Senin(5/3) (gra/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *