Digelontor Rp 9 M dari PTFI, Persipura Yakin Juara

DUKUNGAN – EVP Human Resources PTFI, Achmad Ardianto (kanan) dan Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano (tengah) didampingi Manajer Persipura, Rudy Maswi memperlihatkan nota kesepahaman dukungan PTFI kepada Persipura usai penandatanganan di Rimba Papua Hotel, Sabtu (3/3) lalu.

TIMIKA – Tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura semakin percaya diri dalam menghadapi kompetisi di musim ini. Apalagi tim berjuluk Mutiara Hitam itu baru saja mendapat kepastian dukungan dari PT Freeport Indonesia dengan nilai kerjasama mencapai Rp 9 miliar.   

  Bahkan dukungan bisa mencapai Rp 10 miliar dengan rincian Rp 9 miliar untuk satu musim kompetisi Liga 1 dan satu periode turnamen Piala tingkat nasional. PTFI juga berkomitmen memberikan tambahan bonus Rp 1 Miliar jika Persipura menjadi juara Liga 1.

  Penandatanganan kerjasama antara Persipura Jayapura dengan PTFI, dilangsungkan Sabtu (3/3) lalu di Rimba Papua Hotel. Awalnya akan digelar di Lapangan Sepakbola Kuala Kencana, tapi karena cuaca yang mendadak tidak bersahabat, sehingga agenda penandatanganan MoU itu dipindahkan ke Rimba Papua Hotel.

   MoU ditandatangani oleh EVP Human Recources PTFI, Achmad Ardianto dan Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano disaksikan Manajer Persipura Rudy Maswi, Pelatih Persipura Peter James Butler serta Boas Salossa dan kawan-kawan. Turut hadir sejumlah petinggi manajemen PTFI.

  Penandatanganan MoU ini juga dirangkai dengan peluncuran jersey terbaru Persipura Jayapura. Jersey atau seragam kebesaran bermotif ukiran Papua dengan warna merah dan biru itu, langsung dikenakan oleh Kepala Teknik Tambang PTFI, Zulkifli Lambali.

   Motif yang dituangkan pada jersey seperti diterangkan Tomi Mano, merupakan hasil kreativitas masyarakat Jayapura yang diserahkan ke Specs untuk desain. Harga jersey ini menurutnya jauh lebih murah dibanding yang sebelumnya.

   Menyangkut dukungan PTFI kepada Persipura Jayapura, EVP Human Recources PTFI, Achmad Ardianto mengatakan hal ini merupakan kemajuan baru. Menurutnya Persipura dan PTFI sulit dipisahkan karena hanya berjarak 4 tahun kelahiran. Bidangnya juga berbeda tapi yang membuatnya sulit terpisahkan yakni keduanya merupakan aset kebanggaan masyarakat Papua yang membawa nama baik Papua di NKRI dan membawa NKRI di mata dunia.

   “Kita akan terus menerus untuk belajar baik dengan terus menerus membangun komunikasi dengan baik, mudah-mudahan Freeport bisa bersama Persipura jadi aset kebanggaan Papua,” katanya.

  selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi Senin(5/3)  (sun/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *