Peran Satgas Pamtas Sangat Vital

BERI PEMBEKALAN: Kasi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura Boaz H. Lumbaa, saat memberikan pembekalan kepada 3 Batalyon Satgas Pamtas RI-PNG di Makodam XVII/Cenderawasih, Jumat (23/2) lalu.

*Untuk Membantu Mencegah Masuknya HMHK dan OPTK

JAYAPURA-Selain menjaga wilayah perbatasan dari gangguan keamanan, Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG juga memiliki peran yang sangat vital dalam membantu mencegah masuknya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HMHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) agar tidak masuk dan merusak Sumber Daya Alam Hayati (SDAH) di Papua.

Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Jayapura, drh. L. M. Mastari, MM., melalui Kasi Pengawasan dan Penindakan, Boaz H. Lumbaa mengatakan, ada puluhan OPTK kategori A1 dari negara tetangga Papua New Guinea (PNG) yang perlu diwaspadai, di antaranya kelapa sawit, jagung, ubi jalar, serta jeruk.

“Selain itu, data penyakit hewan yang perlu diwaspadai masuk ke Papua sendiri diantaranya seperti rabies, avian influenza (flu burung), brucellosis, dan hog cholera-penyakit yang disebabkan oleh virus menular babi,” ungkap Boaz Lumbaa kepada Cenderawasih Pos, Rabu (28/2).

Terkait perannya yang sangat vital di wilayah perbatasan RI-PNG, menurut Boaz Lumbaa, sinergitas antara BKP Jayapura dengan Satgas Pamtas RI sangat diperlukan untuk mencegah masuk dan keluarnya HMHK dan OPTK dari luar negeri ke dalam wailayah NKRI.

“Saat ini masih banyak modus operandi pemasukan komoditas pertanian yang dimasukan secara illegal ke wilayah NKRI melalui perbatasan RI-PNG. Untuk itu, kami sangat berharap kerja sama dan dukungan dari Satgas Pamtas RI-PNG untuk membantu mencegah masuknya HMHK dan OPTK,” tuturnya.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 1/3 (gra/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *