Lokasi Pemakaman Kampung Engros Terancam Abrasi

ABRASI: Kondisi bibir pantai di Tanjung Ciberi, Kampung Engros, Distrik Abepura yang terkikis akibat abrasi air laut, Sabtu (24/2) pekan kemarin. Kondisi ini jika diabaikan dikhawatirkan akan menggancam keberadaan makam adat di kampung tersebut.

JAYAPURA-Namanya pembangunan bisa dipastikan harus ada yang dikorbankan terlebih menyangkut lingkungan. Namun untuk mengantisipasi ini  disitulah pentingnya yang disebut Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Hal konkrit yang nyata terlihat di Tanjung Ciberi Teluk Youtefa dimana kawasan makam masyarakat adat Kampung Engros kini terancam abrasi. Abrasi tersebut semakin lama semakin parah, bahkan jalan yang sebelumnya menghubungkan Tanjung Ciberi dengan lokasi jalan proyek kini terkikis habis.

Salah satu dosen Geografi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Yehuda Hamokwarong mengungkapkan bahwa dampak dari berdirinya palung atau tiang dasar jembatan yang masuk ke dalam air adalah merubah perlahan-lahan arus yang masuk ke bagian dalam Teluk Youtefa. Ketika arus berubah secara otomatis akan memberi dampak pada daratan sekitar dan disepanjang Tanjung Ciberi terlihat terjadi abrasi.

“Antara Tanjung Ciberi dengan Tanjung Marine jaraknya tak terlalu jauh, hanya terpisah selat kecil di tengahnya yang kini berdiri palung jembatan.  Keberadaan palung ini akan merubah arus air dan tidak seperti dulu yang masuk tanpa terhambat,” kata Yehuda kepada Cenderawasih Pos.

Baca Selengkapnya di Harian Cenderawasih Pos Edisi (27/2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *