Cegah Isu SARA, Jurkam Harus Miliki SK dari Paslon

Kapolres Jayawijaya  AKBP. Jan Bernard Reba

WAMENA-Pengawasan pengamanan yang dilakukan Polres Jayawijaya mewajibkan para juru kampanye bagi Paslon untuk memiliki surat keterangan dari calon yang dikampanyekan. Ini merupakan pengawasan yang dilakukan untuk menyikapi kampanye SARA.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Jan Bernard Reba mengatakan, semua juru kampanye (Jurkam) yang hendak menyampaikan pesan politik di atas panggung, harus mendapatkan surat keterangan (SK) dari calon kepala daerah yang mereka kampanyekan.
“Kalau tidak ada SK, kami tidak kasih izin untuk naik panggung, itu persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon dan juru kampayenya,”ungkapnya, Sabtu (24/2) kemarin.
Saat kampanye di Jayawijaya, kata Jan Reba, polisi akan memantau agar tidak terjadi politik uang serta melarang materi kampanye yang berbau suku, ras dan agama (SARA), sebab akan menyinggung pihak lain, ini yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kampanye politik.
“Waktu kampanye juga akan saya perhatikan, jumlah massa, alat peraga yang akan digunakan, ini semua akan masuk dalam pengawasan kami,”katanya.
Untuk memberikan rasa aman kepada peserta Pemilu yang berkampanye, polisi akan menurunkan kekuatan personel yang dibantu oleh pihak TNI, pasangan calon kepala daerah yang hendak berkampanye, menurut dia, sebelum turun ke masyarakat untuk berorasi harus membuat pernyataan bahwa mereka ikut menjamin tidak ada konflik ketika melakukan kampanye.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 26/2 .(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *