Sangat Keliru, Maknai Valentine dengan Prilaku Beresiko

JAYAPURA-Momen Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang  dijadikan kesempatan membuktikan cinta melalui seks beresiko menurut  Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Constant Karma,  merupakan kasih sayang yang disalahpahami dan disalahgunakan.

Dengan kecenderungan perbuatan seks bebas luar nikah merupakan ancaman penyebaran HIV-AIDS dan hal ini sangat dikhawatirkan.

“Jangan menggunakan makna kasih sayang untuk hal-hal semacam ini. Kasih sayang ini cakupannya sangat luas, yang mana dapat dimaknai dengan baik, tanpa musti diwujudkan dengan hubungan seks beresiko,” ungkap Karma kepada Cenderawasih Pos, Minggu (18/2) kemarin.

Artinya Valentine merupakan Hari Kasih Sayang, yang mana dapat diwujudkan dalam arti sebenarnya, dalam hal ini seperti saling menghormati, membantu, menghargai, hidup rukun, dan saling menerima kelebihan dan kekurangan satu dengan yang lainnya.

“Hal-hal inilah yang seharusnya dimaknai saat Valentine. Bukannya berhubungan seks beresiko, karena resikonya sangat besar bagi anak muda, yang mana sebaliknya anak-anak ini masih memiliki masa depan yang panjang. Bagaimana mereka mau berkembang kalau terbentur dengan perilaku seks beresiko,”ungkap Karma

Menurut Karma, dengan semakin mudahnya akses informasi tak terbatas dan sulit dikendalikan melalui internet, hal ini menjadi salah satu pemicu anak muda terjerumus dalam prilaku beresiko.

“Berhubungan seks beresiko itu banyak persoalan, yang mana bisa kena penyakit menular seksual, atau bisa hamil sebelum menikah. Namanya saja prilaku beresiko, sehingga resikonya akan timbul, bukan hanya secara pribadi, tapi juga secara sosial,” pungkasnya. (gra/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *