Panwas Jayawijaya dan Sarmi Tolak Politik Uang dan  Isu SARA

Deklarasi tolak politik uang dan SARA oleh Panwas, aparat keamanan dan seluruh unsur masyarakat di Hotel Grand Sartika Wamena, Rabu (14/2) kemarin.

WAMENA-Aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan bersama unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, Parpol dan tim sukses Pilkada Bupati Jayawijaya dan Pilkada Gubernur Papua mendekralasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi suku ras dan agama (SARA), yang dicanangkan oleh Panwas Jayawijaya di Hotel Grand Sartika Wamena, Rabu (14/2) kemarin.

Ketua Panwas Jayawijaya, Freddy Wamo mengatakan, politik SARA memiliki dampak negatif yang lebih besar dari politik uang, namun keduanya perlu dicegah. Ini dilaksanakan supaya memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat terkait bahaya politik uang dan politik SARA.

” Politik uang bisa kita tekan, tapi kalau politik SARA  ini bisa terjadi di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja sehingga harus kita antisipasi dengan baik,”ungkapnya, Rabu (14/2).

Menurutnya, Politik SARA sudah sering terjadi, sehingga Panwas mengharapkan peserta yang menandatangani deklarasi menjadi agen penyebar informasi kepada masyarakat tentang dampak politik uang dan politisasi SARA agar perilaku itu tidak meluas.

” Kami harapkan Panwas distrik dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) agar jika ada informasi apapun yang mereka dapat dari lapangan langsung dilaporkan kepada kami dan kami akan jadikan itu temuan untuk ditindaklanjuti ke sentra Gakumdu,”jelasnya.

Selengkapnya Baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 15/2 (jo/bet/tho)

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *