No Money Politic, No SARA

CAP TANGAN- Lima jari tanda dukungan terhadap penolakan politik uang dan politisasi SARA demi terciptanya Pilkada Papua yang berintegritas dengan mengecap, yang berlangsung di halaman Kantor Bawaslu Papua, Taman Imbi, Pusat Kota Jayapura, Rabu (14/2) kemarin.

Demi Pilkada Berintegritas

JAYAPURA- Pelaksanaan Pilkada Serentak di Papua, yakni Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua serta Pilkada di tujuh kabupaten di Papua, dianggap memiliki kerawanan tinggi. Tidak hanya menyangkut masalah money politik, isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan)  yang dihembuskan pasangan calon, tapi juga sampai dengan gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata.

  Oleh karena itu,Badan Pengawas Pemilu Provinsi Papua menggelar deklarasi bertajuk Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA dalam rangka terwujudnya Pilkada 2018 yang berintegritas, yang bertempat di halaman Kantor Bawaslu, Taman Imbi, Pusat Kota Jayapura, Rabu (14/2) kemarin.    

   Dari 12 Partai Politik yang diundang hanya 5 Partai, diantaranya partai Demokrat, PKS, PDIP, PKB, dan Gerindra, yang hadir dan memberikan komitmennya untuk Pilkada berintegritas di Papua.

   Ketua Bawaslu Papua, Fegie Wattimena, ST,M.Kom., mengungkapkan bahwa politik uang merupakan kerawanan yang terjadi di banyak daerah pada pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Dimana, praktik bagi-bagi uang maupun barang, seperti sembako hingga pembangunan sarana publik, merupakan contoh kasus maraknya pelanggaran Pemilu terkait politik uang.

   Adapun potensi penggunaan SARA dalam Pilkada, berdasarkan pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP), ada delapan provinsi di Indonesia, yang mana Papua merupakan salah satu daerah yang termasuk memiliki tingkat kerawanan yang tinggi.

  “Oleh karena itu, menghadapi tantangan tersebut, Bawaslu mengajak semua komponen bangsa khususnya bagi pemangku kepentingan kepemiluan di Papua, untuk sama-sama berkomitmen mewujudkan pemilu yang bersih, berkualitas, tanpa praktik politik uang dan politisasi SARA,” ungkap Wattimena dalam sambutannya.

Selengkapnya Baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 15/2  (gra/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *