Masalah di Luar Jangan Bawa ke Papua

JAYAPURA-Ketua STF Fajar Timur, DR Neles Tebay berharap apapun persoalan yang terjadi di luar Papua berkaitan dengan konflik agama sebaiknya tidak dibawa masuk ke Papua. Papua menurutnya adalah cermin pluralisme bangsa yang hingga kini masih tertata. Untuk itu, dirinya meminta agar semua pemeluk agama di tanah Papua tidak terprovokasi oleh Peristiwa apapun yang terjadi di luar termasuk terkait penyerangan gereja di Jogyakarta.

Pria yang juga menjabat sebagai koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) ini bersyukur karena meski sempat viral di media sosial terkait adanya aksi preman yang dilakukan seorang pemuda di Gereja St Lidwina, namun umat beragama di Papua tidak terpancing dan melakukan aksi yang merugikan termasuk membalas hal serupa.

“Kami mengimbau kepada semua umat beragama di seluruh Tanah Papua untuk tidak terpancing atau terprovokasi oleh Peristiwa penyerangan terhadap Gereja St Lidwina di Kabupaten Sleman, pekan kemarin.

Dikatakan, ini tindakan yang mesti dihindari oleh semua umat bergama di Bumi Cenderawasih. Orang Papua biasa mengatakan, “Masalah di laut, jangan dibawa ke darat”,” pintanya.

Pemenang penghargaan Tji Hak Soon untuk keadilan dari Seoul, Korea Selatan menyebut bahwa yang perlu dipelajari oleh masyarakat beragama di Papua adalah apapun agamanya, tidak akan tergerak untuk mengganggu, apalagi menyerang, tempat ibadat dari agama lain. Ini karena, dalam kebudayaan Papua, mereka diajarkan untuk tidak mengganggu tempat sakral atau keramat.

Selengkapnya Baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 15/2  (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *