Hampir Punah, Jenis Padi Wamena Harus Dikembangkan

Danrem 172/ PWY Kolonel Inf. Boni Christian Pardede bersama Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua  dan Forkopimda Jayawijaya saat lakukan panen raya di Kampung Haleluka, Distrik Megapura, Rabu (14/2).

WAMENA-Potensi pengembangan padi di Kabupaten Jayawijaya sebenarnya sangat menjanjikan karena lahan yang ada sangat luas. Sedakar diketahui jenis padi yang ada di Wamena merupakan padi Sri yang hampir punah dan langkah di beberapa daerah di Indonesia, padi jenis ini merupakan padi yang kandungan karbohidratnya sangat rendah.

Dalam pengembangan padi jenis ini, TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama masyarakat berhasil mengembangkannya di Wamena seluas 61 hektar dan secara resmi dipanen oleh Danrem 172/ PWY Kolonel Inf. Boni Christian Pardede bersama Dandim 1702 Jayawijaya, Wakil. Bupati Jayawijaya dan Wakapolres Jayawijaya bersama dengan masyarakat.

Disela -sela melakukan raya mengatakan jika lahan pertanian ini sudah ditinggalkan sejak 2004, namun hasil usaha dari TNI yang mampu untuk menghidupkan lahan yang mati ini, dan yang lebih luar biasanya lagi, padi ini merupakan padi jenis yang hampir punah di Indonesia yang bisa dipanen 3 bulan sekali sehingga dalam setahun bisa 3 kali panen.

“Saya minta kepada Dandim 1702 / Jayawijaya beras yang dihasilkan untuk dikirim ke Pangdam XVII Cenderawasih, Danpusterat dan Kasad sehingga pusat ada perhatian ke Wamena,”ungkap Danrem 172/ PWY Rabu (14/2) kemarin.

Selengkapnya Baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 15/2 (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *