Buntut Tawuran, SMK N 3 Diliburkan Dua Hari

Kaca jendela SMKN 3 Jayapura yang hancur akibat tawuran antar SMKN 3 Jayapura dan SMAN 1 Jayapura,  Rabu (7/2) kemarin.

JAYAPURA – Diduga dipicu karena aksi kekerasan yang dilakukan oknum pelajar dari SMKN 3 Jayapura dan SMA PGRI terhadap siswa SMAN 1 Jayapura, dua kelompok  pelajar, Rabu (7/2) kemarin melakukan aksi saling serang di tengah jalan. Aksi tersebut sempat meresahkan warga sekitar terlebih pengguna jalan. Polisi yang mendatangi lokasi juga disambut dengan lemparan batu dan terpaksa dilakukan pengecekan hingga ke dalam sekolah.

  Polisi terlihat kesal karena kedua pihak tak mau berhenti dan terus saling serang sehingga dikeluarkan tembakan ke udara. Kronologi dari tawuran  yang  terjadi sekitar pukul 14.00 WIT di Jl Raya Kotaraja ini, berawal  dari seorang pelajar SMAN 1 Jayapura bernama Melan (17) bersama temannya Jack baru saja pulang sekolah dan setibanya di Lingkaran Abepura ia dicegat kemudian dikeroyok oleh dua pelajar. Satunya dari SMKN 3 Jayapura dan satu lagi dari SMAN PGRI.

  Setelah itu para pelaku kabur dan korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara. Beberapa teman korban yang melihat ini langsung memberitahukan pihak keluarga korban dan meminta untuk mengecek korban ke RS Bhayangkara. Setengah jam kemudian karena merasa tak terima akhirnya beberapa teman korban menyerang siswa SMK N 3 Jayapura yang berada di luar sekolah. Aksi ini mendapat balasan sehingga terjadi saling serang.

  Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 3 Jayapura,  Drs. Edi Walubun, S.Pd., menjelaskan bahwa sebelum tawuran terjadi, awal peristiwa dikarenakan sejak Jumat (2/2) ada beberapa oknum dan siswa SMKN 3 Jayapura melakukan kejadian serupa di SMAN 1 Jayapura.

   “Ada beberapa oknum dari luar sekolah yang mengajak anak SMKN 3 Jayapura untuk melakukan tawuran di SMAN 1 pada hari Jumat (2/2), dan setelah itu hari ini (kemarin, red) saya dengar mereka kembali melakukan hal yang sama di lingkaran Abepura, dan hari ini anak-anak SMAN 1 masuk di area sekolah melakukan hal yang sama. Jadi sebenarnya ini bukan tawuran antar sekolah melainkan oknum yang memanfaatkan nama sekolah saja,” ungkap Adi saat ditemui Cenderawasih Pos.

   Dari kejadian  tersebut, pihak sekolah SMKN 3 Jayapura mengambil kebijakan dengan meliburkan sekolah hingga dua hari demi menjaga keamanan siswa dan sekolah. “Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, kami pihak sekolah mengambil langkah dengan meliburkan mereka hingga haru minggu, dan sekarang kami sudah menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menangkap oknum-oknum tersebut sehingga proses belajar kami boleh berjalan dengan normal lagi ” ungkap Adi.

   Sesil (17) saksi yang melihat kejadian menceritakan bahwa ada sekitar 10 siswa SMAN 1 memasuki lokasi sekolah SMKN 3, tidak lama kemudian terjadi perkelahian antara kedua siswa sekolah tersebut. “Tiba-tiba mereka langsung berkelahi,” ucap Sesil.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 8/2 (ade/eri/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *