KLB Wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat Sudah Teratasi

Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Profesor Dr Ermaya Suradinata,SH, MH, MS bersama Bupati Asmat Elisa Kambu , mengunjungi  Posko Terpadu di Aula Kesbang,  akhir pekan kemarin.

AGATS- Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah campak dan gizi buruk yang  terjadi di Kabupaten Asmat, yang kini telah tertangani dan telah dicabut status KLB nya Senin (5/2) kemarin, sebelumnya memang sempat menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat, Provinsi Papua hingga dan pemkab Asmat Sendiri.

  Kondisi ini juga menjadi perhatian dari Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Profesor Dr Ermaya Suradinata,SH, MH, MS,  yang  langsung datang ke Asmat dan melakukan pertemuan dengan pihak Satgas Terpadu di Posko Terpadu yang diterima langsung oleh Bupati Asmat Elisa Kambu,S.Sos di Aula Kesbang,  akhir pekan kemarin.

  Bupati Asmat Elisa Kambu, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Rektor IPDN dan rombongan. Dimana  di sela sela kesibukan mereka di lembaga IPDN,  namun masih memberikan waktu untuk berkunjung ke Kabupaten Asmat ini.  Bupati secara langsung juga memberikan gambaran tentang kondisi geografis dan topografis di Kabupaten Asmat.

  ”Asmat sudah terkenal mendunia, melalui budayanya, sehingga orang orang yang berada dan sampai ke Asmat hanyalah orang orang pilihan saja” kata Elisa Kambu.

  Sementara itu,  terkait wabah campak dan gizi buruk, Elisa Kambu menjelaskan bawha  rencana aksi penanggulangan KLB akan berjalan 1 bulan dan diikuti dengan pendampingan bersama Satgas TNI yang akan berada di Asmat kurang lebih 270 hari.

  Menurut Elisa Kambu, luas wilayah Kabupaten Asmat yang begitu luas, dan pola kehidupan warga masyarakat Asmat yang sering masuk ke hutan-hutan dan hidup yang sering berpindah pindah tempat, hingga kini masih menjadi masalah dan  perhatian Pemkab Asmat.

Selengkapnya Baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 7/2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *