Kakek 60 Tahun Cabuli 4 Bocah

JAYAPURA- Para orang tua, khususnya yang mempunyai anak perempuan, nampaknya harus ekstra hati-hati dalam mengawasi aktifitas anak-anaknya. Sebab, bila tidak kasus pecabulan yang menimpa sejumlah anak di kawasan Entrop dan  juga di APO Jayapura ini bisa kembali terulang. Pelakunya juga orang yang  tak asing bagi anak-anak yang jadi korban, malah terbilang sangat dekat.

Seperti halnya di Entrop, seorang kakek berusia 60 tahun, nekat mencabuli  4 anak di bawah umur dengan usia 7 hingga 9 tahun. Para korban ini merupakan anak-anak yang tinggal di kos-kosan miliknya yang berada di Entrop, Distrik Jayapura Selatan. Kejadian pencabulan sendiri terjadi sejak November 2017, namun para orang tua korban baru melaporkan kasus pecabulan ini,  Kamis (1/2) pekan kemarin.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jayapura Kota, Iptu Irene Aronggear menyebutkan, kasus pencabulan tersebut bukan satu kali, tapi sudah sering dilakukan  si Kakek  kepada ke empat korban.

“Modus yang digunakan pelaku  dengan mengajak empat anak tersebut jalan-jalan dengan mobil, makan di KFC, diberi uang setelah itu ia melakukan aksinya dengan  menyuruh si anak memegang kemaluan si kakek. Selain itu, pelaku juga memegang kemaluan salah satu korban,” ucap Irene kepada Cenderawasih Pos, Selasa (6/2) .

Menurut Irene, Kakek 60 tahun itu kerap kali melakukan aksinya dengan korban yang sama. Dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di mobil dan rumah tersangka,  di mana pelaku sendiri sehat jasmani dan rohani, sebagaimana keterangan orang tua korban.

“Orang tua korban sama sekali tidak menaruh curiga kepada pelaku, karena pelaku orang yang baik,  namun kenyataannya melakukan aksi sebejat itu kepada anak mereka,” tegas Irene.

Malah orang tua korban, kata Irene, sempat ketakutan  dan enggan untuk  melaporkan kasus tersebut. Namun setelah dirinya memberikan penjelasan dan menjamin keluarga korban akan baik-baik saja, sehingga korban mau membuat laporan polisi terkait kasus pencabulan yang dialami anak mereka.

“Dari keterangan  yang kami terima, kemungkinan ada korban lainnya, yakni laki-laki, namun itu sedang kami dalami dan  pelajari berkasnya,” jelas Irene.

Terkait kejadian tersebut,   dirinya mengimbau kepada  orang tua agar lebih intensif memperhatikan anak-anak mereka. Sebab,  saat ini ancaman datang darimana saja dengan pelaku berada di sekelilingnya. Karena factor lingkungan bisa mengubah perilaku seseorang.

“Kasus pemerkosaan, persetubuhan anak di bawah umur, pencabulan selalu saja  modusnya sama dengan memberikan  iming-iming kepada korban sehingga orang tua, harus  ekstra melakukan pengawasan terhadap anak mereka,” jelasnya.

Kasus pecabulan terhadap anak di bawah umur ini, tidak hanya terjadi di Entrop, tapi juga terjadi di kawasan pemukiman di APO Jayapura. Dimana seorang bocah perempuan 9 tahun, berjuang keras membela haknya untuk menjebloskan guru les-nya, berinisial S (52) yang sudah nekat mencabuli korban di penghujung Desember 2017 lalu.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jayapura Kota, Iptu Irene Aronggear menyebutkan, laporan yang diajukan orang tua korban sendiri pada 11 Januari 2018. Namun keesokan harinya, orang tua korban datang untuk mencabut laporan dengan alasan ingin diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun, sebelum laporan polisi dicabut, kata Irene,  pihaknya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada korban untuk melengkapi  berkas-berkasnya. Namun pada saat dilakukan pemeriksaan, korban sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya.red)  justru  menangis histeris  dan  meminta agar guru les nya diproses hukum.

“Saat orang tuanya ingin mencabut laporannya, anak ini menangis histeris di hadapan kami. Dia meminta agar guru ngajinya itu tetap diproses hukum dan dimasukan ke dalam penjara,” ucap Irene dengan mata berkaca-kaca di ruangannya, Selasa (6/2).

Selengkapnya Baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 7/2

1 thought on “Kakek 60 Tahun Cabuli 4 Bocah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *