Turunkan Tim Investigasi Selidiki Tewasnya Emakulata

JENAZAH - Kapolres Mimika bersama personel Polres Mimika dan TNI membantu mengangkat peti jenazah untuk dinaikan ke mobil ambulance, guna dibawa ke RSMM untuk dilakukan otopsi, Senin (5/2) kemarin.

JENAZAH – Kapolres Mimika bersama personel Polres Mimika dan TNI membantu mengangkat peti jenazah untuk dinaikan ke mobil ambulance, guna dibawa ke RSMM untuk dilakukan otopsi, Senin (5/2) kemarin.

* Selidiki Tewasnya Emakulata Emakuparo

TIMIKA – Polda Papua membentuk Tim Investigasi atas tewasnya Emakulata Emakuparo, warga Pulau Karaka, Kampung Amamapare, Distrik Mimika Timur yang diduga merupakan korban penembakan pada hari Sabtu (3/2) lalu. Tim Investigasi yang dibentuk tersebut dipimpin langsung Irwasda Polda Papua Kombes Pol Kombes Pol Drs. Mulyadi Kaharni, MSi.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Mustofa Kamal dalam rilis yang diterima Radar Timika, Senin (5/2) petang kemarin menjelaskan, pembentukan tim investigasi yang  terdiri dari Itwasda Polda Papua, Dit Krimum Polda Papua dan Bidang Propam Polda Papua tersebut, untuk mengetahui secara lebih jelas mengenai peristiwa sesungguhnya apa yang terjadi di lapangan.

“Diantaranya, melakukan penyelidikan, meminta keterangan masyarakat di lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan terhadap personil yang berada di TKP dan melihat bukti-bukti di lapangan,” jelas Kombes Kamal.

  Dijelaskan, saat ini Tim Investigasi sudah berada di Timika guna mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan pemeriksaan terhadap personil yang berada di TKP, meminta keterangan saksi-saksi,  dan melihat hasil otopsi. Untuk diketahui otopsi dilakukan oleh Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Papua di Rumah Sakit Mitra Rakyat Timika pada Senin siang kemarin. Jenazah dibawa dari kantor DPRD Mimika ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM).

  Kapolres Mimika, AKBP Indra Hermawan, SH SIK MH MSi yang ditemui wartawan, kemarin di kantor DPRD Mimika mengatakan, tim dokter forensik dari RS Bhayangkari Polda Papua secara khusus datang untuk melakukan otopsi jenazah Kolaka Emakeparo, yang meninggal pada Sabtu (3/2) lalu dari terjadinya keributan di di Cargo Dock-Porsite.

  “Permintaan otopsi dari pihak kepolisian yang tujuannya untuk mengetahui penyebab kematiannya apa biar jelas. Karena kalau proses hukum, maka harus dilakukan otopsi,” tuturnya.

  Kapolres menjelaskan bahwa untuk penyelidikan maupun penyidikan kasus tersebut, tim investigasi dari Propam Polda Papua telah didatangkan untuk melakukan pemeriksaan. “Pak Kabid Propam dari Polda sudah datang, dan sudah langsung bekerja mencari saksi-saksi,” jelasnya.

Terkait kronologis pasti peristiwa berdarah tersebut, Kapolres mengatakan dirinya belum bisa menjelaskan secara pasti. Pasalnya tim dari Propam Polda Papua, masih sementara bekerja mencari kronologis pasti kejadian tersebut.

“Untuk berapa anggota yang diperiksa, saya sendiri belum tahu karena Propam Polda masih bekerja. Lalu untuk kronologisnya juga masih simpang siur, masih diperlukan pendalaman lagi. Makanya tim Propam sementara bekerja, makanya kita juga masih menunggu. Nanti kalau sudah ada hasilnya baru saya sampaikan, biar terbuka semuanya,” papar Kapolres.

Selanjutnya Kapolres dalam kesempatan itu juga memberikan apresiasi yang positif kepada keluarga korban yang dengan tegas meminta agar kasus tersebut diungkap secara terbuka, dan diproses sesuai kaidah hukum.

Berita Selengkapnya baca di harian Cenderawasih Pos Edisi Selasa (6/2) (tns/fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *