Jhon Gobay : Racun Itu Namanya Raskin

JAYAPURA – Kebijakan pemerintah dengan mendistribusikan beras miskin (Raskin) atau yang kini berubah menjadi Rastra atau Beras Sejahtera dianggap sebuah kebijakan yang cukup membantu masyarakat ekonomi lemah khususnya bagi mereka yang tak mampu. Hanya saja dari kebijakan ini setelah berjalan beberapa tahun terakhir ternyata dianggap melahirkan sebuah bumerang  bagi masyarakat.

Negatifnya adalah jatah beras yang diberikan pemerintah tiap bulan ternyata menimbulkan ketergantungan bagi masyarakat. Masyarakat kini mulai kebiasaan hanya mengandalkan Raskin ketimbang harus bekerja bertani atau menokok sagu.

“Kami amati ini sudah terjadi, masyarakat sudah tak mau lagi bekerja seperti biasa. Tidak mau berburu dan menokok sagu padahal itu hidup mereka. Perubahan ini muncul karena adanya program Raskin tadi,” beber Jhon Gobay, Senin (5/2).

Ini menurutnya program yang salah kaprah mengingat secara tidak langsung akhirnya merubah perilaku sosial masyarakat untuk bertahan hidup.

“Banyak sindiran ataupun candaan yang muncul di tengah masyarakat. Ini tak hanya terjadi di daerah pegunungan tetapi kami juga mendengar terjadi di daerah pesisir. Kaum pria tidak terlalu memikirkan soal hutan sagu mereka karena menganggap nanti dikasih Raskin oleh pemerintah. Itu lebih mudah ketimbang harus bersusah payah,” imbuhnya.

Berita Selengkapnya baca di harian Cenderawasih Pos Edisi Selasa (6/2) (ade/lay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *