Tonny Tesar: Saya Tidak Pernah Gunakan Ijazah Palsu

Presiden Joko Widodo dan Bupati Tonny Tesar, S.Sos saat bersalamam usai kegiatan di Istana Negara. Soal dugaan ijazah palsu, Bupati Tonny Tesar persilahkan cek di sekolahnya dulu.

SERUI- Demo oleh Komunitas Masyarakat Adat Papua Anti Korupsi (KAMPAK) dan Forum Peduli Kawasan Biyak (FPKB),  yang dipimpin oleh Michel Rumaropen dan John Mandibodi di DPR Papua dan Kantor Gubernur Papua, Kamis (2/2), yang menanyakan dugaan ijazah palsu Bupati Tonny Tesar pada saat pendaftaran sebagai calon Bupati tahun 2016 di KPU di Kepulauan Yapen, ditanggapi Bupati Kepulaun Yapen, Tonny Tesar.

Dalam orasinya  Michel Rumaropen dari KAMPAK, mempertanyakan kenapa Bupati Tonny Tesar yang ijazah palsu bisa dua kali menjadi Bupati Kepulauan Yapen. Untuk itu, dia meminta Polda Papua melakukan pemeriksaan terhadap Moris Muabuai ketua KPU Kepulauan Yapen yang sudah tahu kalau Tonny Tesar ijazahnya palsu tapi masih diakomodir untuk menjadi calon Bupati.

Bahkan secara tegas pula ia mengatakan dalam orasinya, pihaknya serius untuk mengawal kasus dugaan ijazah palsu Bupati Yapen sampai tuntas. ” Kita tidak bisa memilih pemimpin yang ijazah palsu,” imbuhnya.

Seluruh tanah Papua kata dia,  harus diselamatkan dari ijazah palsu termasuk nama Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar yang berubah-ubah di setiap ijazahnya.

Sementara itu, Bupati Tonny Tesar ketika dihubungi lewat telepon selulernya  mengatakan, ijazah yang dipersoalkan bukan soal ijazahnya asli atau tidak asli atau ia bersekolah atau tidak bersekolah tetapi yang dipermasalahkan adalah soal penulisan namanya di ijazah yang berbeda-beda atau menurut mereka berubah-ubah.

Berita Selengkapnya dapat Dibaca di Koran Cenderawasih Pos Edisi Sabtu (3/2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *