Peringati HPI, Masyarakat Diundang Ikut Seminar dan KKR

SUKSESKAN HPI- Ketua Umum HPI ke-163 Tanah Papua, Pdt. Hiskia Rollo, S.Th., MM, Ketua Umum PGGP Provinsi Papua, Pdt. MPA Maury, S.Th., dan Bendahara PGGP, Edy Pranata, bersama seluruh panitia HPI ke-163 tahun di Tanah Papua dalam mengundang masyarakat untuk hadir dan sukseskan acara Seminar dan KKR, Sabtu (3/2) dan Puncak acara, Senin (5/1) lusa.

 

JAYAPURA- Dalam rangka memperingati Hari Pekabaran Injil (HPI) ke-163 di Tanah Papua, Panitia Perayaan HPI ke-163 bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Papua (PGGP) Provinsi Papua, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan Seminar dan KKR yang diadakan di GOR Cenderawasih APO Jayapura, mulai pukul 9.00 WIT pagi hingga pukul 17.00 sore, Sabtu (3/2) hari ini.

    Seminar ini akan menghadirkan  pembicara, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH. Bukan hanya itu, masyarakat juga diundang secara resmi dan terbuka pada puncak acara HPI ke-163, yang mana akan digelar di Stadion Mandala Jayapura, Senin, (5/2) lusa, mulai pukul 9.00 WIT pagi hingga pukul 13.00 WIT siang.

   “Seluruh Gereja, lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat, mari kita bersatu padu untuk fokus pada pembangunan kemanusiaan. Kalau manusia telah dibangun, imannya telah bertumbuh dengan baik, maka hasilnya akan kita saksikan dengan pembangunan yang nyata.” ungkap Ketua Umum HPI ke-163 Tanah Papua, Pdt. Hiskia Rollo, S.Th., MM, kepada Cenderawasih Pos, Jumat (2/2).

  Oleh karena itu,  seluruh lapisan masyarakat diimbau untuk dapat memberikan perhatian terhadap pekerjaan pekabaran injil, juga pekerjan yang dilakukan oleh lembaga keagamaan lainnya, supaya kita dapat bersinergi membangun Papua menuju kepada satu peningkatan yang lebih baik.

   Kata Rollo, dengan 163 tahun ini, sama saja dengan melakukan semacam napak tilas dalam melihat kembali nilai-nilai dasar utama yang bersumber pada Injil Kebenaran Allah, yang mana terdapat perubahan dan peningkatan signifikan di seluruh sektor pembangunan di Tanah Papua.

   “Perubahan dan peningkatan ini tidak sekedar di sektor keagamaan saja, tapi juga di sisi pemerintahan dan juga di berbagai macam sistem pembangunan lainnya. Hal ini menjadi sebuah tanda bagi kita bahwa Injil benar-benar mendapatkan sebuah tempat di hati, yang mampu merubah kita di atas kekuatan Kuasa Allah, sehingga 163 tahun yang kita rayakan ini bertema, Papua Pusat Pekabaran Injil,” jelasnya.

   Selain itu, terdapat kemungkinan juga terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki penginjil mulai bermunculan, seperti kekerasan, pertikaian, sampai dengan pembunuhan. Adapun strategi yang juga muncul untuk menghadapi pemberitaan injil yang dilakukan oleh Gereja-Gereja, seperti pengaruh kekerasan, pengaruh miras, narkoba, dan lain sebagainya.

   “Oleh karena itu  dengan kita letakkan dasar pijak dengan tema central Papua Pusat Pekabaran Injil, yang mana menjadi tanda bagi kita bahwa kita mau lihat dasar injil yang sebenarnya, serta bagaimana peran kita, bukan hanya lembaga keagamaan gereja, tapi seluruh lembaga keagamaan turut ambil bagian dengan masyarakat adat, paguyuban di Tanah Papua, yang mana kita satukan hati untuk menyatakan perang terhadap berbagai macam hal yang terjadi di Tanah Papua, yang tidak membuat kita merasa nyaman dalam bekerja dan melayani,” tambahnya.

Berita Selengkapnya dapat Dibaca di Koran Cenderawasih Pos Edisi Sabtu (3/2)(gra/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *