DPRP Diminta Usut Dugaan Ijazah Palsu Bupati Yapen

DEMONSTRASI- Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long, didampingi Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyao, bersama anggota DPRP lainnya dari keterwakilan adat, saat menerima aspirasi massa, di halaman Kantor DPR Papua, Kamis (1/2) kemarin.

JAYAPURA- Komunitas Masyarakat Adat Papua Anti Korupsi (Kampak), Forum Peduli Kawasan Biak, dan Spontanitas Peduli Masyarakat Yapen melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPR Papua, Kamis (1/2). Koordinator Kampak, Michael Rumaropen mengatakan, aksi demonstrasi yang dilakukan terkait dengan dugaan pemalsuan dokumen ijazah Bupati Kepulauan Yapen yang digunakan pada Pilkada serentak 2017.

“Ketua KPU Yapen seharusnya tahu bahwa ijazah yang digunakan bermasalah, sehingga tidak diloloskan sebagai petahana, sebaliknya KPU Yapen harus melakukan evaluasi sehingga kedepan, Pilkada Papua tidak rawan konflik,” ungkap Koordinator Kampak, Michael Rumaropen, saat orasi, Kamis (2/1) kemarin.

Demikian, agar konflik di Papua harus dihentikan, dirinya berharap DPR Papua, Polda Papua serta Gubernur Papua, harus jujur dalam menggungkap proses hukum yang terjadi di Kabupaten Yapen hingga tuntas.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan juga harus melakukan evaluasi di seluruh jajaran pendidikan di Papua, sehingga kedepannya tidak lagi ada dugaan ijazah palsu, baik dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

“Asal diketahui, perekonomian di Yapen sudah hancur, yang mana masyarakat di Yapen tidak bisa hidup dari infrastruktur yang dibangun Bupati.  Makanya perekonomian ini yang harus dibenahi, yang mana patokannya adalah jika masyarakat sehat, berarti ekonomi baik,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long, didampingi Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyao, bersama Anggota DPR lainnya dari keterwakilan adat, menerima aspirasi massa tersebut mengatakan, dirinya bersama anggota DPR Papua lainnya akan membentuk tim untuk melakukan investigasi sampai ke Kabupaten Kepulauan Yapen.(gra/ans/tho)

Baca berita selengkapnya di Harian Cenderawasih pos edisi (2/2)

. (il/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *