Langit Berawan, Gerhana Bulan di Biak Tak Terlihat

Ismail/Ceposonline.com
SALAT GERHANA: Ratusan jamaah melakukan salat gerhana di Masjid Baitulrahman Biak, Rabu (31/1) malam.

BIAK-Masyarakat di Kabupaten Biak Numfor tidak bisa menikmati fenomena langka gerhana bulan yang berada dalam konfigurasi supermoon dan bluemoon yang terakhir terjadi pada 31 Maret 1866 atau sekitar 152 tahun silam.
Langit yang berawan membuat di sekitar Kabupaten Biak Numfor, membuat masyarakat tidak bisa melihat langsung fenomena langka ini. Meskipun tidak bisa melihat langsung fenomena gerhana bulan yang langka, ratusan umat Islam tetap menggelar salat gerhana di Masjid Baitulrahman. Salat ini dipimpin Imam Besar masjid terbesar di Biak, Ustad H. Abdul Wahid.
Setelah salat Isya, ratusan jamaah awalnya berkumpul di halaman masjid. Namun karena langit ditutup awan, sejumlah jamaah memilih pulang sebelum salat gerhana dimulai. Sekira pukul 20.40 WIT, salat gerhana dimulai dan diikuti sekitar 200-an jamaah.
Ketua MUI Kabupaten Biak Numfor, H. Komaruddin usai memberikan ceramah agama terkait fenomena gerhana kepada Ceposonline.com mengatakan, dengan kemajuan teknologi, umat Muslim tidak perlu lagi harus melihat gerhana secara langsung untuk melaksanana salat gerhana. Sebab tentu saja ilmu astronomi sudah bisa memprediksikan perputaran tata surya di angkasa.

Selengkapnya baca di Harian Cepos Edisi 01 Februari 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *