Gaji Naik 8 Persen Plus Perumahan Bagi Karyawan PTFI

PKB DAN PHI- Perwakilan manajemen PTFI menyerahkan dokumen PKB dan PHI periode 2017-2018 yang sudah ditandatangani kepada PUK SPKEP SPSI dan PK FPE KSBSI PTFI di Rabu (31/1) di Gedung Multipurpose Kuala Kencana.

TIMIKA – Dalam waktu yang sangat singkat terhitung hanya 33 hari, Manajemen dan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, serta Federasi Pertambangan Energi Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK– FPE KSBSI) PT Freeport Indonesia mencapai kesepakatan, lewat perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Pedoman Hubungan Industrial (PHI).

Setidaknya ada 13 poin penting yang disepakati dan telah disahkan, yang ditandai dengan penandatanganan PKB XX dan PHI periode  2017- 2019 oleh manajemen PT Freeport Indonesia yang diwakili oleh Penjabat Presiden Direktur PTFI, Robert C Schroeder dan EVP Human Resources PTFI, Ahmad Didi Ardianto serta Ketua PUK SPKEP SPSI PTFI, Lukas Saleo dan Ketua PK FPE KSBSI PTFI, Albert Janampa.

Penandatanganan PKB yang digelar, Rabu (31/1) di Gedung Multipurpose Kuala Kencana itu, turut disaksikan Sekretaris Daerah Mimika, Ausilius You, SPd MM MH, Kepala Kejaksaan Negeri Timika, Alex Sumarna, perwakilan TNI dan Polri, Anggota DPRD Mimika, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua serta Kabupaten Mimika, Ketua Umum DPP FPE KSBSI, Riswan Lubis dan Wakil ketua 3 PP SPKEP SPSI, Mustiah.

Sekda Mimika, Ausilius You, SPd MM MH yang turut menyaksikan penandatanganan PKB dan PHI dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada manajemen dan pekerja yang berhasil merumuskan PKB dan PHI. Apalagi kata dia, perundingan berjalan tanpa diwarnai berbagai aksi, yang pada akhirnya membuat situasi di Mimika tetap aman dan damai.

Ia pun mengajak semua pihak untuk menghormati apa yang sudah disepakati bersama. “Jadikan PTFI sebagai kebun dan rumah bagi semua. Kita sama-sama orang Mimika jadi harus jaga kebun bila perlu kita pagari. Pagarnya apa, semua yang telah dirumuskan regulasi dalam bentuk PKB dan PHI,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Penjabat Presiden Direktur PTFI, Robert C Schroeder. Ia juga mengapresiasi seluruh tim baik dari SPSI maupun KSBSI serta manajemen yang sudah berkorban. Tidak hanya itu, Robert juga mengapresiasi para pekerja yang tetap bekerja, dengan mengisi kekosongan pekerjaan yang ditinggalkan selama proses perundingan.

Menurut Robert, hal ini menunjukkan bahwa manajemen dan pekerja bisa berkomunikasi dan bernegosiasi sebagai satu keluarga. Ia berharap, momentum ini terus terjaga, sehingga dalam perundingan yang akan digelar dua tahun mendatang bisa lebih singkat lagi.

  Berita selengkapkapnya dapat dibaca pada Harian Cenderawasih Pos edisi Kamis (01/02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *