Tim Up IKKJ Prihatin Dengan Kondisi Korowai dan Beby Miracle

SILATURAHMI – Beberapa anggota Tim Up IKKJ Kota Jayapura berdiskusi dengan Batera Kogoya, ibu dari Beby Miracle di kediamannya di Buper, Waena,  Ahad (28/1).(gamel/cepos)

JAYAPURA – Penasaran dengan kabar yang selama ini masih beredar terkait pasien asal Korowai termasuk kondisi terakhir “Beby Miracle”  yang dibuang orang tuanya di Buper Waena, Tim Up Informasi Kejadian Kota Jayapura (IKKJ), Ahad (28/1) menyambangi dua lokasi tempat pasien korowai maupun rumah baru Beby Miracle.

“Selama ini kami hanya mendengar berita tentang pasien-pasien Korowai termasuk soal bayi yang kemarin dibuang orang tuanya jadi kami coba kumpul dan membahas untuk mengagendakan bersilaturahmi dan menemui mereka langsung,” kata Gunawan, koordinator kegiatan usai menengok pasien Korowai di Kesusteran Maranathan, Waena kemarin.

Gunawan tak sendiri, ia ditemani beberapa anggita Tim Up IKKJ, Ririn Handayani, Melki Latupapua dan Jeynet Christine. Tim Up IKKJ ini sendiri merupakan kelompok kecil yang membackup moderator dari salah satu grup sosial di Media Sosial  yang bernama IKKJ. Tim ini yang setiap hari begadang hingga dini hari mengawal komentar atau postingan yang dinaikkan anggota grup agar tetap memenuhi etika dan aturan main.  Tim kecil inilah yang suka mengingatkan moderator untuk mengecek atau memperhatikan perkembangan dalam grup itu agar tak menimbulkan masalah.

Beberapa ibu dan anak asal Korowai di Kesusteran Maranathan, Waena 

Kata Gunawan jika selama ini hanya mendengar tentang kabar Korowai maupun bayi yang ditinggalkan ibunya akhirnya niat untuk menengok muncul. “Mumpung mereka ada di Jayapura dan ketimbang hanya bicara-bicara lebih baik mengecek langsung. Kami cukup prihatin memang setelah mendengar dan melihat sendiri kondisi pasien-pasien ini dan mungkin kami harus banyak mengucap syukur dari apa yang kami miliki selama ini,” beber Gunawan. Ia menyebut untuk dua Balita asal Korowai ini memang membutuhkan asupan gizi yang cukup karena terlihat dari berat badan dan usia terlihat tak sebanding, perlu asupan gizi lebih.

“Kami hanya menitipkan sedikit barang dan makanan untuk mereka, kami pikir ketimbang hanya bicara-bicara tanpa aksi sebaiknya kenapa tidak sekalian dibantu. Tapi kami sengaja belum mengajak yang lain sebab kami ingin melihat secara langsung dulu,” imbuhnya. (ade)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *