Kembangkan Persawahan, Bulog Gandeng TNI

WAMENA-Bulog Wamena sedang membangun koordinasi dengan pihak TNI untuk memastikan berapa jumlah lahan persawahan yang akan dikembangkan di Kabupaten Jayawijaya guna menambah pasokan beras untuk Pegunungan Tengah Papua.

Kepala Kantor Seksi Logistik Perum Bulog Wamena, Ahmad Mustari mengatakan, koordinasi dilakukan karena Bulog dan TNI memiliki hubungan kerja sama dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya pengembangan persawahan.

“Saya tanya mereka, di mana sawah, karena biasanya kita ada kerja sama. Kalau di daerah lain seperti Merauke, Nabire itu ada kerja sama. Artinya nanti kerja sama Bulog, TNI, masyarakat dan dinas pertanian,”ungkapnya Jumat (26/1).

Ahmad memastikan,  belum menerima informasi pasti tentang luasan lahan yang digarap untuk persawahan, namun menurut dia, beberapa kawasan di Jayawijaya sangat potensial untuk  pengembangan tanaman tersebut sehingga perlu ditindaklanjuti.

“Dahulu Jayawijaya terkenal dengan beras Muai, karena pada 1993 hingga 1995 di Desa Muai itu kawasan persawahan semua, itu waktu zamannya Bupati J B Wenas, namun setelah beliau pensiun, kawasan itu kembali menjadi hutan,”katanya.

Saat itu, kata Ahmad Mustari, Bulog Wamena juga membangun dua gudang penampung padi, namun karena tidak ada produksi padi dari masyarakat, gudang itu hanya dimanfaatkan untuk menampung beras yang dikirim dari luar Jayawijaya.

“Bulog bangun gudang di Muai itu tujuannya satu, untuk penampungan beras dari masyarakat, supaya lebih dekat dan di sana dulu ada KUD. Gudang kita masih ada sampai sekarang,” katanya.

Selain itu, jika ada lahan persawahan di sana, akan sangat membantu masyarakat, sebab pendistribusian beras tidak memakan biaya yang besar sebagaimana yang dilakukan saat ini menggunakan pesawat dari Merauke dan Jayapura ke Jayawijaya.

“Kalau memang ada, itu sangat membantu sekali, apalagi di sini beras non organik, tanpa pupuk,”tutur Ahmad Mustari.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *