Beringin Roboh Timpa 4 Motor dan Dua Mobil

Gamel Cepos
ROBOH – Kondisi pohon beringin di halaman kampus USTJ Padang Bulan yang tumbang dan sempat membuat panik mahasiswa pada Jumat (26/1). Beberapa kendaraan rusak saat tertimpa pohon.

JAYAPURA – Pohon beringin berukuran besar yang selama ini dijadikan tempat untuk berteduh termasuk memarkir kendaraan di depan Aula USTJ Padang Bulan Waena, Jumat (26/1) kemarin sekitar pukul 11.30 WIT roboh dan menimpa sejumlah kendaraan yang berada di bawahnya. Tercatat ada 4 unit motor dan 2 unit mobil yang ketika itu diparkir saat pohon itu roboh.
Untungnya sata kejadian tak ada mahasiswa yang tertimpa namun dari robohnya pohon beringin sempat membuat mahasiswa heboh karena tak sangka pohon yang usianya sudah belasan tahun tersebut tumbang.
“Kaget sekali karena tadi anak-anak sempat berteriak dan tidak menyangka jika pohon yang selama ini menjadi tempat berteduh kami akhirnya harus ditebang,” kata Rian salah satu mahasiswa yang siang itu terlihat masih berkeliaran di halaman kampus.
Ia bersama beberapa temannya ketika itu tengah duduk di halaman kampus dan hanya mendengar bunyi retakan kemudian disusul suara gemuruh dan debu. Saat diperhatikan ia masih tak percaya karena puluhan mahasiswa yang berada di kampus langsung berhamburan keluar.
Sejumlah mahasiswa yang sedang mengurus KRS juga kaget tiba-tiba ada bunyi gemuruh. Ada juga yang langsung mendekati pohon dan mengecek kendaraan dan pantauan Cenderawasih Pos, akibat tumbangnya pohon akar serabut ini sebuah mobil Mitshubishi Kuda ikut ringsek di bagian kap depannya. Beberapa motor juga harus ditarik dan diperbaiki karena bengkok.
“Tadi teman punya yang kena, saya untungnya tidak parkir di bawa pohon dan memang kami kaget sekali tidak sangka pohon besar ini bisa roboh,” jelas Iwan.
Setelah seluruh kendaraan ditarik keluar, barulah beberapa pegawai kampus langsung menebang dahan dan memotong-motong untuk dibersihkan. Tak sedikit mahasiswa yang membahas soal klenik-klenik dari pohon beringin ini mengingat pohon beringin kerap diidentikkan dengan pohon yang memiliki penunggu.
“Tadi sebelum jam 12 dan kemungkinan karena malamnya hujan deras,” imbuhnya.(ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *