Cantrang Boleh Digunakan di Laut Dalam

Gratianus Silas/Cepos
Drs. FX Mote, M.Si

JAYAPURA – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua, Drs. FX Mote, M.Si mengatakan bahwa penggunaan cantrang yang awalnya dilarang ini bukan bermaksud untuk membatasi produksi ikan nelayan, namun justru untuk menjaga kelestarian dan kesehatan laut.
“Laut kita perlu sehat, perlu dilestarikan demi kesinambungan bagi anak-cucu, yang mana kita memikirkan masa depan laut khususnya laut Papua, untuk memberikan kontribusi jangka panjang dalam produksi hasil laut dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kelautan kita,” ungkap Drs. FX Mote, M.Si kepada Cenderawasih Pos, Rabu (24/1) kemarin.
Mote sendiri mengakui bahwa penggunaan cantrang di Papua khususnya di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP RI) 717 Samudra Pasifik, cukup jarang. Adapun penggunaannya hanya dilakukan dengan kapal-kapal kecil yang berkisar di 10 GT.
“Demikian karena kapalnya kecil, makanya daya tarik cantrangnya juga kecil, sehingga potensi kerusakan yang ditimbulkan akibat pengoperasian untuk menjaring ikan di kedalaman laut 7 meter hingga 10 meter juga kecil,” tambahnya.
Mote menjelaskan, cantrang ini menjadi polemik di sejumlah daerah karena memang berpotensi merusak terumbu karang. Dengan rusaknya terumbu karang, maka akan berimbas pula bagi kebelangsungan hidup ikan.
“Secara khusus di WPP RI 718 laut bagian selatan, landasan lautnya itu landai, bahkan sampai di kedalaman sekian mile pun tetap masih dangkal. Makanya dalam pengoperasian cantrang di WPP RI 718 ini, cantrang akan menjaring semuanya, termasuk terumbu karang di bagian dasar laut, sehingga menyebabkan kerusakan terumbu karang. Makanya kemudian cantrang dilarang Menteri Susi Pudjiastuti,” jelasnya.
Namun belakangan, kata Mote cantrang kembali diperbolehkan untuk dipergunakan, namun memang disarankan di laut yang dalam, sehingga dalam penjaringan yang dilakukan akan menangkap ikan-ikan yang berada di bagian pertengahan dan di permukaan laut. Dengan demikian, sama sekali tidak akan merusak landasan laut yang mana terdapat berbagai jenis terumbu karang.(gra/lay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *