Gubernur Sindir WTP Namun KLB

Gubernur Lukas Enembe (gamel/cepos)

Gubernur Sindir WTP Namun KLB
JAYAPURA – Gubernur Papua, Lukas Enembe terlihat geram dengan kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi di Agats Kabupaten Asmat belakangan ini. Pasalnya Asmat menjadi salah satu kabupaten yang meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk tahun 2017 kemarin.

Yang menjadi pertanyaan kata Gubernur adalah mengapa dengan status WTP justru terjadi KLB. “Kantongi predikat WTP artinya semua berjalan baik, penggunaan baik dan pertanggungjawaban juga baik tapi kok ada kejadian seperti ini? Ada apa?,” jelas Lukas menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos diakhir kegiatan kuliah umum Agus Harimurti Yudhoyono di Uncen Waena, Senin (23/1) kemarin.

Gubernur kesal karena menurutnya ada sekelompok generasi emas Papua yang hilang akibat KLB ini. Lukas menyebut kejadian ini tak harus terjadi jika memang perangkat daerah semua bekerja maksimal. Bukan telah terjadi kematian dalam jumlah besar barulah ditangani. “Uang itu sudah ke daerah semua tapi kenapa kematian jstru banyak. Itu daerah buat apa saja,” sindirnya.

Lukas sendiri memilih tidak mendatangi langsung ke Asmat maupun Pegunungan Bintang seperti yang sudah dilakukan di Korowai bulan lalu. Ia memilih memanggil bupatinya untuk bertanggungjawab. “Akan kami panggil semua kenapa begini,” tegasnya.

Sebagai catatan dari KLB campak dan gizi buruk di Kabupaten Agats terakhir hingga pekan keempat Januari tercatat ada 61 anak-anak yang meninggal. Lalu di Pegunungan Bintang terdapat 23 anak dan 4 orang dewasa. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *