Miliki 16 Bungkus Ganja, Dua Warga PNG Diamankan

ceposonline.com Dua warga Negara Papua New Guinea (PNG) berinisial H dan EM diamankan Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua atas kepemilikan Narkotika jenis ganja sebanyak 16 bungkus di salah satu kamar hotel di Jayapura, Selasa (9/1).

Direktur Reserse Narkoba Polda Papua  Kombes Pol Ida Bagus Komang Ardika mengungkapkan, penangkapan dua lelaki itu berdasarkan laporan masyarakat bahwa ada 2 orang warga PNG yang menginap di kamar hotel tersebut dan memiliki ganja sebanyak 16 bungkus.

“Dari laporan masyarakat tersebut, petugas kami melakukan interogasi dan berhasil menangkap kedua pelaku di kamar hotel,” ucapnya.

Menurutnya, dari penangkapan anggota berhasil mengamankan 16 bungkus plastik bening ukuran sedang yang berisikan narkotika jenis ganja, 1 buah plastik merah berisikan narkotika jenis ganja, 1 buah tas ransel corak loreng dan 2 bungkus plastik bening.

“Pelaku sendiri sudah  diamankan di tahanan Mapolda serta sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara, pelaku akan dijerat dengan Pasal 112 tahun 2009 dengan ancaman hukuman,” jelasnya.

Ida menyebutkan, dua lelaki tersebut merupakan sindikat dari PNG. Namun terkait apakah mereka memiliki jaringan atau kelompok di Jayapura  itu sedang dalam tahap pemeriksaan.

“Dari pengakuan hanya mereka berdua saja sama satu teman mereka orang Indonesia, namun kami sedang lakukan pengembangan siapa tahu dari pendalaman itu mereka memiliki jaringan,” bebernya.

Saat ini, Kota Jayapura menjadi pasar peredaraan ganja dari PNG, untuk itu Komang meminta kepada masyarakat berperan aktif tanpa harus mengandalkan Polisi. Menurutnya, jika melihat gelagat yang mencurigakan bisa segera dilaporkan.

“Pengawasan di daerah perbatasan sudah kami lakukan, baik itu dari TNI maupun pemerintah daerah yang ada di sana. Namun yang namanya kejahatan dia selalu mencari peluang untuk bagaimana dia bisa bebas, dan kami akan terus memburu kejahatan tersebut,” tandasnya.(fia/lay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *