Karma Sosialisasikan  Sirkumsisi ke Mahasiswa Kobe Oser

JAYAPURA – Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua, drh Constant Karma memberikan sosialisasi kepada mahasiswa yang tergabung dalam mahasiswa Kobe Oser (Organisasi Mahasiswa Biak,red)  Se Jawa Bali di Malang, awal bulan Desember 2017 lalu.

Dalam sosialisasi tersebut, Karma menekan bahwa sirkumsisi pria sukarela dengan metode PrePex merupakan sirkumsisi yang diperkenalkan di Afrika, beberapa tahun belakangan dan dengan semakin banyak orang yang mengikuti sirkumsisi membuat komitmen pemerintah di Afrika untuk menekan angka HIV-AIDS terwujud.

“Berbicara tentang sirkumsisi, awalnya kami mendapat pertentangan, namun   setelah kami melakukan pendekatan dengan berbagai pihak, termasuk pihak gereja, lambat laun kami mendapat dukungan karena sirkumsisi ini untuk kesehatan dan kebersihan pria,”ungkapnya di Jayapura, beberapa waktu lalu.

Menurut Karma, setelah berbagai sosialisasi yang dilakukan pihaknya baik di tingkat sekolah, asrama-asrama hingga beberapa gereja, membuat masyarakat dalam hal ini kaum pria secara sukarela datang mengikuti sirkumsisi pria sukarela dengan metode PrePex.

“Sirkumsisi ini tidak dipungut biaya, sehingga bagi siapa saja yang mau mengikuti sirkumsisi pria sukarela dengan metode PrePex, bisa datang langsung ke pusat sirkumsisi pria sukarela di RSUD Jayapura, bekas ruangan IGD lama,”ungkapnya.

Karma mengharapkan sirkumsisi jangan dilihat sebagai hal yang tabu, mengingat sirkumsisi ini merupakan strategi baru dari berbagai lembaga kesehatan dunia termasuk WHO untuk bagaimana menekan angka penularan HIV-AIDS.

“Oleh sebab itu kami mengajak ade-ade sekalian untuk tidak ragu mengikuti sirkumsisi pria sukarela dengan metode PrePex karena metode ini jelas berbeda dengan metode konvensional, karena dengan waktu 5 menit, proses pemasangan ring bisa dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang lama,”tandasnya.(yan/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *