Alami Komplikasi, Bupati Celcius Watae Meninggal

Masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Keerom berduka dengan berpulangnya Bupati Keerom, Drs Celcius Watae, MH    ke pangkuan Bapa di Surga. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya, di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura, Rabu (10/1) siang sekitar pukul 14.10 WIT, akibat komplikasi beberapa penyakit yang sudah cukup lama dideritanya

   Dokter Jantung Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, dr. Joel Herbet Manurung, SpPJ, mengungkapkan bahwa pada Rabu subuh, almarhum tiba di UGD RS Bhayangkara dengan keluhan sesak nafas dan disertai dengan batuk.

  “Almarhum masuk sekitar pukul 04.00 WIT , dan dari pemeriksaan cepat pegawai kami di UGD, melihat kondisi jantung almarhum memang sudah dalam kondisi gawat,”ungkapnya kepada wartawan kemarin.

  Selain hasil pemeriksaan, dari keterangan pihak keluarga  juga  menjelaskan, jika almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga petugas medis langsung  melakukan penanganan cepat.

   Joel juga menjelaskan dari keterangan keluarga,  tahun 2015 almarhum pernah melakukan pemasangan cincin atau stent jantung di RS OMNI Jakarta. Bahkan, almarhum Celcius Watae masih rutin untuk melakukan control di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.

   “Saya juga menilai ada satu perburukan dari masalah jantung, dikarenakan adanya komplikasi penyakit lainnya seperti diabetes, hipertensi dan juga riwayat pemasangan Stent sebelumnya.” kata Joel.

    Menurut Joel,  almarhum setelah menjalani beberapa evaluasi pemeriksaan di RS Bhayangkara,  akhirnya diputuskan untuk dirawat di ruang ICU.  Pada saat berada di ruang ICU, almarhum kondisinya sempat terkontrol. Namun pada pukul 10.00 WIT almarhum mengalami sesak hebat lagi. “Kami melakukan upaya yang maksimal dengan memberikan pengobatan dan memberikan oksigen yang cukup baik, bahkan sampai pemasangan selang nafas untuk membantu almarhum,” ungkapnya.

    Segala upaya yang telah dilakukan oleh dokter RS Bahayangkara, namun  tidak bisa menyelamatkan nyawa almarhum Celcius Watae. “Setelah kita lakukan pompa jantung selama kurang lebih setengah jam, dan itu tidak bisa mengembalikan denyut jantungnya almarhum, hingga pukul 14.10 WIT almarhum kami nyatakan telah tiada.” ucapnya kepada media

   Sementara itu, Wakil Bupati Keerom, Muhammad Markum, SH, MH, MM, yang sempat ditemui di RS Bhayangkara menjelaskan jika almarhum satu hari sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara, masih menyempatkan dirinya masuk kantor.

   “Kemarin (Selasa, red) almarhum masih sempat masuk kantor, tetapi almarhum cepat pulang karena tiba-tiba merasakan tidak enak badan. Almarhum memang sudah lama merasakan sakit jantung dan gula,” kata Markum.

   Dari pantauan Cenderawasih Pos, terlihat keluarga, kerabat berdatangan memadati RS Bhayangkara. Sekitar pukul 17.45 WIT keluarga dan kerabat membawa almarhum ke tempat kediamannya untuk disemayamkan.

   Menjelang akhir hayatnya, Drs Celcius Watae SH MH sempat  memberikan  pesan terakhir kepada Apatur Sipil Negara (ASN) dan Masyarakat Keerom untuk bersatu menjaga dan membangun kabupaten Keerom sebagai rumah bersama.

Imbauan terakhir itu disampaikan Celcius Watae,  kepada wartawan usai mengikuti Natal Bersama Pemda TNI/Polri di Lapagan Kantor Bupati, Selasa, (9/1) lalu. “Kalau bukan kita yang membangun Kabupaten Keerom siapa lagi, Keerom merupakan rumah kita bersama untuk kita bangun kita jaga demi kesejahteraan bersama,” kata Celcius Watae, yang tidak sangka ternyata ini sebagai pesan terakhirnya.

   Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, yang juga memantau langsung kondisi jenazah almarhum di rumah sakit, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua turut berduka atas telah berpulangnya Bupati Keerom Drs Celcius Watae, MH.

  “Tentu sebagai kader partai golongan karya kami sangat kehilangan, namun semuanya telah terjadi sehingga kami pemerintah provinsi beserta keluarga besar menyampaikan turut berduka semoga keluarga dikuatkan  oleh Tuhan yang Maha Kuasa,” ujar Wagub Klemen Tinal.

   Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe mendengar kabar duka ini, juga turut menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Bupati Keerom Celcius Watae.  “Bupati Keerom sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik,  kalau hari  ini Tuhan memanggilnya ke tempat peristirahatan yang terakhir, maka itu yang terbaik  untuk beliau, semoga  arwah beliau  diterima di sisi Tuhan dan  keluarga  yang ditinggalkan diberkati,  saya ucapkan  turut berduka,” ucap Lukas Enembe usai melakukan tes urine di Kantor BNNP Papua, Rabu (10/1).

  LE, sapaan akrab Lukas Enembe mengaku masih segar dalam ingatannya dimana belum lama ini ia dan almarhun satu pesawat saat melaksanakan tugas. Sehingga ia merasa sedih apalagi meninggal dalam melaksanakan tugas.

  “Untuk mengisi kekosongan jabatan, maka Wakil Bupati Keerom  diangkat menjadi Bupati  kemudian Wakil Bupatinya nanti partai politik yang akan menunjuk dua orang untuk dipilih di DPR  siapa yang layak,” tandasnya.

   Dari informasi yang diterima Cenderawasih Pos, jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Dinas Bupati Keerom di  Jalan Poros, Arso Swakarsa, untuk acara doa dan  menunggu rencana pemakamannya.  (eri/fia/oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *